Jurnal Indonesia — Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan instruksi tegas agar penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, dilakukan secara serius. Tujuannya adalah untuk mencegah meluasnya api hingga mencapai zona inti IKN.
Dalam arahan tersebut, Prabowo meminta agar aset-aset yang digunakan untuk penanganan karhutla diperkuat. Ia juga menekankan perlunya pengerahan lebih banyak sarana pemadaman untuk mengantisipasi potensi kebakaran di kawasan IKN.
“Kebakaran yang dekat IKN itu harus diperhatikan dan mungkin kita harus kerahkan aset-aset lebih untuk jangan sampai kebakaran itu sampai ke zona inti,” ujar Prabowo saat memimpin rapat penanganan bencana secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (7/9/2026). Pernyataan ini disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Instruksi ini disampaikan Presiden setelah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, melaporkan adanya insiden karhutla di kawasan IKN, tepatnya di area Bukit Soeharto, yang telah membakar lahan seluas 458 hektare.
“Di IKN, Kalimantan Timur, di kawasan IKN Bapak Presiden, di Bukit Soeharto ada 458 hektare,” ungkap Suharyanto. Ia menambahkan bahwa kebakaran tersebut masih dalam proses penanganan dengan dukungan dari Satuan Tugas Darat dan helikopter water bombing.
Lebih lanjut, Suharyanto melaporkan bahwa sekitar 98 persen kebakaran lahan gambut di enam provinsi prioritas di Sumatera dan Kalimantan telah berhasil dipadamkan. Keenam provinsi tersebut meliputi Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi.
Operasi darat dan udara yang melibatkan unsur gabungan dilaporkan telah berhasil memadamkan 71.069,65 hektare lahan gambut dari total 72.009,10 hektare yang terbakar di keenam provinsi tersebut. “Kami sudah berhasil memadamkan 71.069,65 hektare di enam provinsi per hari ini. Jadi, kami laporkan total yang terbakar di enam provinsi yang lahan gambut. Lahan gambut ini yang susah untuk dipadamkan,” jelasnya.
Dengan luasan yang berhasil dipadamkan tersebut, area kebakaran yang masih dalam penanganan tersisa sekitar 939,45 hektare. Suharyanto menyatakan bahwa proses pemadaman sisa area tersebut terus dilakukan pada hari itu.
Meskipun luas area kebakaran telah menyusut, BNPB tetap meningkatkan kewaspadaan. Hal ini dikarenakan masih adanya potensi munculnya titik api baru, serta kemungkinan api yang sudah padam dapat hidup kembali akibat karakteristik lahan gambut. “Apakah 939,45 ini setelah dipadamkan hari ini, besok berkurang? Mudah-mudahan berkurang, tetapi kadang-kadang juga tidak berkurang signifikan karena hari ini juga ditemukan titik kebakaran yang baru, atau kebakaran yang lama yang sudah dipadamkan tiba-tiba hidup kembali. Itulah kesulitannya lahan gambut di enam provinsi prioritas ini,” terangnya.
Presiden Prabowo juga meminta Suharyanto untuk berkoordinasi dengan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto guna membahas penempatan helikopter berat jenis Chinook. Tujuannya adalah untuk memastikan aset tersebut ditempatkan di lokasi yang paling membutuhkan penanganan.
“Baik, nanti didiskusikan ya dengan Panglima TNI nanti posisi (helikopter) Chinook-Chinook sebaiknya ada di mana,” kata Presiden.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.