Jurnal Indonesia — Presiden Prabowo Subianto mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melakukan investasi besar-besaran di sektor perkeretaapian dengan fokus utama melayani kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kereta api merupakan instrumen penting dalam demokratisasi ekonomi dan seharusnya tidak hanya mengejar keuntungan semata, melainkan juga efisien dalam memberikan pelayanan publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan pemugaran cagar budaya Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7/2026). Ia berpendapat bahwa kereta api harus diarahkan untuk membantu masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah, sehingga dapat dianggap sebagai layanan publik di banyak negara.
Prabowo menginginkan adanya investasi yang signifikan di bidang perkeretaapian. Ia menerima laporan bahwa masih terdapat ribuan lintasan kereta api yang perlu dibangun atau ditingkatkan. “Ini saya titip pesan bener-bener sama Kereta Api Indonesia, kita harus investasi lebih banyak di bidang kereta api. Semua lintasan-lintasan kereta api, saya dengar yang masih ada ribuan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo menginstruksikan PT KAI untuk membangun pintu-pintu perlintasan yang sesuai dengan prosedur demi mencegah kecelakaan. Ia menyarankan agar pintu perlintasan tersebut menggunakan sistem otomatis. “Harus dibikin pintu-pintu yang baik, pintu-pintu yang otomatis mungkin ya, sehingga tidak terjadi kecelakaan di mana-mana,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung proyek Trans-Sumatra Railway yang bertujuan menghubungkan provinsi Lampung hingga Aceh. Ia secara khusus meminta Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin untuk menyanggupi instruksi tersebut. “Habis ini Trans-Sumatra Railway dari Bandar Lampung ya, mana titik yang paling selatan? Bakauheni, sampai ke titik paling utara? Banda Aceh. Bisa, KAI? Bisa, Menteri Perhubungan? Kita kasih dia tugas, harus dikasih yang berat, jangan kasih yang ringan-ringan ya,” ujar Prabowo.
Tidak hanya itu, Prabowo juga menyampaikan rencana penugasan proyek Trans-Kalimantan. Ia berharap proyek ini dapat digarap bersamaan dengan proyek Trans-Sumatra. “Habis Trans-Sumatra, nanti Trans-Kalimantan. Kalau bisa, bersamaan,” tandasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.