Jurnal Indonesia — JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan langsung terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di wilayah Kalimantan. Kunjungan kerja ini dilakukan untuk memantau situasi di lapangan secara nyata.
Pada Sabtu (22/8), Prabowo bertolak ke Kalimantan dan setibanya di Posko Satgas Udara, Lanud Supadio, Kalimantan Barat, langsung memimpin rapat terbatas. Dalam rapat tersebut, ia meminta pejabat daerah untuk memaparkan situasi terkini penanganan karhutla.
Tenaga Ahli Kepala BNPB, Brigjen Purnawirawan Asrianus Bulo, melaporkan bahwa data satelit 24 jam terakhir menunjukkan 198 titik api dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Kalimantan Barat. Selain itu, tercatat pula 3.100 titik api dengan tingkat kepercayaan menengah dan 406 titik api dengan tingkat kepercayaan rendah.
Setelah memimpin rapat, Prabowo meninjau langsung salah satu titik karhutla di Jalan A Yani III, Desa Limbung, Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Ia didampingi oleh sejumlah menteri, termasuk Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Saat peninjauan, asap tipis menyelimuti area tersebut.
Prabowo berjalan menyusuri lahan yang terbakar, mengamati kondisi area terdampak dan proses penanganan oleh petugas gabungan. Ia menekankan pentingnya penanganan karhutla yang cepat dan terkoordinasi agar api segera terkendali dan tidak meluas.
Dalam interaksinya dengan petugas dan warga di lokasi, Prabowo ingin memastikan bahwa arahan dan strategi penanganan karhutla dapat diterapkan secara efektif di lapangan. Pemerintah terus mengerahkan berbagai upaya untuk mempercepat pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran.
Penanganan Cepat dan Optimal Menjadi Prioritas
Seskab Teddy Indra Wijaya menyampaikan instruksi Presiden Prabowo agar penanganan karhutla dilakukan secepat dan seoptimal mungkin. “Presiden juga meminta setiap pelanggaran hukum yang ditemukan ditindak secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (22/8).
Presiden juga menekankan pentingnya ketegasan pemerintah daerah dalam menerapkan aturan serta memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus berulang.
Pengerahan Pasukan dan Teknologi Pemadaman
Untuk mempercepat penanganan, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah. Salah satunya adalah penambahan tiga batalyon TNI dari luar Kalimantan, yang diperkirakan berjumlah sekitar 1.500 personel, akan didatangkan secara bertahap mulai hari itu hingga Minggu pagi.
Selain itu, pemerintah mengerahkan personel aparat di darat untuk memadamkan titik-titik api dan menambah enam unit helikopter water bombing yang dijadwalkan tiba sore hari. Operasi modifikasi cuaca (OMC) juga akan diperbanyak, terutama dengan mempertimbangkan potensi hujan di Kalimantan Barat.
Pemerintah juga akan menambah alat pompa dan bor air, khususnya pada lahan gambut, untuk meredam titik panas bawah tanah dan mendukung upaya pemadaman.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.