Jurnal Indonesia — Magetan – Serda Ahmad Muzammil Farisa, seorang prajurit TNI Angkatan Udara (AU), diduga meninggal dunia dalam kondisi yang tidak wajar. Ayah korban, Toni Eko Prasetyo, mengungkapkan bahwa almarhum putranya ditemukan dengan luka di bagian wajah dan dada.
Informasi mengenai luka tersebut didapatkan Toni melalui foto yang dikirimkan kepadanya. Hingga Kamis (10/9) malam sekitar pukul 22.00 WIB, jenazah Serda Ahmad belum tiba di rumah duka yang beralamat di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan.
Toni menduga kematian putranya yang merupakan anak sulung ini disebabkan oleh penganiayaan yang dilakukan oleh sekitar empat orang seniornya. Peristiwa dugaan penganiayaan tersebut dilaporkan terjadi di asrama pada Kamis (10/9) pagi, sekitar pukul 03.00 WIB.
Awalnya, Toni menerima informasi yang simpang siur mengenai penyebab kematian anaknya. Sekitar pukul 04.00 WIB, ia dihubungi bahwa anaknya meninggal akibat kecelakaan. Namun, informasi lain dari teman almarhum menyebutkan bahwa penyebabnya bukan kecelakaan, melainkan penganiayaan oleh senior.
Jenazah Serda Ahmad sempat menjalani proses autopsi di Jakarta, yang menyebabkan kepulangan jenazah almarhum memakan waktu lebih lama.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.