Jurnal Indonesia — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pembangunan markas komando (Mako) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta dapat dimulai pada awal tahun 2027. Target ini didasari atas kebutuhan Satpol PP akan sebuah kantor yang lebih layak dan representatif.
Pernyataan ini disampaikan Pramono saat menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Satpol PP dan HUT ke-64 Satlinmas yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Selasa (8/9/2026). Ia menekankan pentingnya kantor yang representatif bagi Satpol PP sebagai wajah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Memang sudah waktunya Satpol PP ini mempunyai kantor yang lebih representatif karena apa pun ini kan wajah Jakarta,” ujar Pramono.
Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan akan segera meminta Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, untuk segera merancang dan mempersiapkan pembangunan kantor baru tersebut. Langkah ini diambil mengingat perubahan positif yang telah dilakukan oleh Satpol PP.
“Untuk itu, karena Satpol PP saya lihat sudah mereformasi dirinya menjadi lebih humanis, lebih ramah, menyelesaikan persoalan tidak kehilangan ketegasannya tetapi tetap bisa diselesaikan, sehingga dengan demikian saya dan Pak Wagub dan Pak Sekda segera akan meminta kepada Kepala Dinas Satpol PP untuk merancang, mempersiapkan, merencanakan kantor yang lebih representatif,” jelasnya.
Pramono menargetkan perencanaan pembangunan Mako Satpol PP dapat rampung pada tahun ini, sehingga proses pembangunan dapat dimulai paling lambat pada awal tahun depan. Ia menambahkan bahwa keberadaan Mako yang representatif sangat penting, terutama seiring dengan citra Satpol PP yang kini dinilai lebih humanis.
“Minggu depan saya akan rapatkan. Mudah-mudahan paling lama awal tahun depan sudah mulai dibangun,” ungkapnya.
Gubernur juga menyadari bahwa selama ini Pemprov DKI Jakarta lebih banyak memberikan kontribusi untuk pembangunan kantor instansi lain, sementara Satpol PP sebagai bagian dari pemerintah provinsi terkadang kurang mendapat perhatian dalam hal sarana dan prasarana.
Meskipun demikian, Pramono memastikan bahwa pembangunan Mako Satpol PP akan tetap memperhatikan aspek efisiensi anggaran. Pemprov DKI akan mencari model pembangunan yang paling efisien untuk dilaksanakan.
“Walaupun dalam posisi efisiensi tetap kita akan lakukan dengan jauh lebih efisien,” imbuhnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.