— Viral sebuah video yang merekam tumpukan sampah di pinggir jalan kawasan Cakung Barat, Jakarta Timur. Tumpukan itu meluber hingga mengganggu lalu lintas dan memicu laporan warga kepada pemerintah provinsi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan tumpukan sampah tersebut telah disingkirkan setelah ia menerima laporan. Proses pembersihan berlangsung setelah pihak terkait diperintahkan menanggapi aduan masyarakat.

Besaran Tumpukan dan Penyebab

Dalam rekaman yang beredar terlihat tumpukan sampah membentang sekitar 100 meter dan menjulang setinggi 1-2 meter, sehingga akses jalan hanya menyisakan satu lajur yang dapat dilalui sepeda motor.

Sampah yang menumpuk didominasi limbah rumah tangga yang terbungkus plastik. Menurut penjelasan, sampah-sampah itu dibuang warga ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Albo hingga akhirnya meluber ke jalan.

Tindakan Pemerintah dan Pernyataan Gubernur

Pramono menyatakan dirinya langsung memerintahkan jajaran untuk membersihkan lokasi begitu menerima laporan. Pernyataan itu disampaikannya di kawasan Latumenten, Jakarta Barat.

“Yang pertama yang berkaitan dengan tumpukan sampah di Cakung. Kebetulan tumpukan ini di socmed begitu ramai dan kemarin ketika saya mendapatkan laporan dari masyarakat, saya langsung memerintahkan untuk dibersihkan,”

Ia menambahkan bahwa pembersihan telah selesai dilaksanakan dan pihak pemprov mengangkut sebanyak 54 ton sampah dari lokasi tersebut.

“Maka dengan demikian kami menyampaikan terima kasih atas masukan dari masyarakat. Saya tidak pernah keberatan dengan laporan dalam bentuk apa pun, tetapi kemarin kurang lebih 54 ton sampah berhasil dibersihkan,”

Catatan Soal Pengelolaan Sampah

Pramono menilai peristiwa itu menjadi pengingat bahwa persoalan sampah di Jakarta masih menjadi tantangan. Salah satu faktor yang disebut adalah berkurangnya kapasitas penampungan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

“Alhamdulillah kemarin sudah dibersihkan, tetapi ini menjadi catatan bagi kita semua bahwa peristiwa seperti ini bisa terjadi karena memang problem sampah di Jakarta. Ada pengurangan tampungan di Bantargebang, ini mengakibatkan pilah sampah menjadi salah satu program yang harus dikejar,”

Gubernur juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan untuk menjaga kebersihan ibu kota.

“Saya meminta masyarakat tidak membuang, sekali lagi tidak membuang sampah sembarangan. Mari kita jaga bersama Jakarta menjadi lebih rapi, lebih bersih, terutama hal yang berkaitan dengan sampah,”