— Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan jembatan bertema “gembok cinta” yang direncanakan di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan tidak ditempatkan pada jembatan penyeberangan orang (JPO).

Pramono mengatakan lokasi yang dimaksud adalah jembatan yang melintasi Sungai Cideng tepat di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menghubungkan Jalan HR Rasuna Said dengan Jalan Kuningan Persada.

“Jadi ada salah menangkap. Gembok Cinta itu bukan dibangun di JPO,” kata Pramono saat berbicara di kawasan Latumenten, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan jembatan tersebut diharapkan bisa menjadi ruang ekspresi bagi anak-anak muda Jakarta. “Tetapi di situ kan ada sungai dan sungai itu yang menghubungkan antara Rasuna Said dengan jalan di depan KPK. Nah, itu kan ada jembatan yang kita buat. Mudah-mudahan saya berharap, sebagai bagian dari integritas kita dan juga memberikan ruang bagi ekspresi anak-anak muda Jakarta, silakan dibangun, digunakan untuk menjadi Gembok Cinta,” ujarnya.

Pramono menegaskan alasan penempatan di luar JPO adalah untuk menghindari gangguan terhadap aktivitas pejalan kaki. “Jadi bukan di JPO di atas, kalau itu nanti mengganggu pejalan,” tambahnya.

Rencana dan Arahan Pembangunan

Sebelumnya Pramono menyampaikan rencana pembangunan jembatan bertema “gembok cinta” saat menghadiri peresmian Gedung Baru Kejaksaan Negeri Jakarta Utara bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/6).

Ia mengatakan kawasan Rasuna Said yang selama ini identik dengan tiang-tiang monorel mangkrak kini telah berhasil ditata, dan ia telah memberi arahan kepada jajaran Bina Marga untuk menambah fasilitas baru di kawasan tersebut.

“Untuk itu, saya sudah memerintahkan kepada jajaran Bina Marga, ada dua jembatan yang akan dipasang penyeberangan di sungainya, nanti boleh orang memasang gembok cinta. Karena cinta di DKI Jakarta itu menjadi penting sekali,” ujar Pramono.