— Jakarta — Open House Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta pada Jumat (3/7/2026) berlangsung penuh kehangatan. Acara yang dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menampilkan yel-yel, atraksi baris-berbaris, tari, dan beragam bakat siswa yang disambut antusias orang tua serta undangan.

Di sela acara, suasana berubah haru ketika Pramono mengungkap kenangan pribadinya terkait beasiswa pemerintah. “Dari tadi sebenarnya saya meneteskan air mata. Saya mengalami hal yang kurang lebih sama. Kalau dulu saya tidak mendapat bantuan pemerintah melalui beasiswa, mungkin saya juga tidak bisa bersekolah,” ujarnya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Menurutnya, program ini juga bertujuan memberdayakan keluarga agar lebih mandiri.

“Ini konsepnya, anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan dengan program strategis Bapak Presiden. Kolaborasi dengan Pak Gubernur DKI. Nanti akan dibangun rumahnya, diperbaiki supaya lebih layak huni. Intinya, anaknya lulus, orang tuanya lebih mandiri, tidak bergantung pada bansos lagi,” kata Saifullah Yusuf.

Ia menjelaskan lulusan Sekolah Rakyat memiliki dua pilihan: melanjutkan ke perguruan tinggi atau menjadi tenaga kerja terampil sesuai minat dan bakat. Saat ini, program telah menjangkau lebih dari 15 ribu siswa di 166 titik di seluruh Indonesia, dan ditargetkan meningkat menjadi sekitar 45 ribu siswa pada tahun ajaran 2026/2027.

Aturan dan Target Pendidikan

Saifullah Yusuf menegaskan ada tiga hal yang tidak boleh terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat: perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi. Ia mengatakan setiap pelanggaran akan ditindak tegas untuk menjaga lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

“Siapa tahu beberapa puluh tahun ke depan Presiden Indonesia adalah lulusan Sekolah Rakyat,” tambahnya.

Respons Pemerintah Daerah

Gubernur Pramono menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap mendukung pengembangan Sekolah Rakyat. Salah satu langkah yang dijajaki adalah penambahan kapasitas sekitar seribu siswa di Jakarta untuk menampung kebutuhan yang meningkat.

Suasana haru kembali terasa saat Kepala SRMA 10 Jakarta, Ratu Mulyanengsih, menceritakan perubahan siswa setelah hampir setahun pembinaan. Ia menyebut bangga melihat perubahan sikap dan peningkatan rasa percaya diri para peserta didik.

Menutup acara, Saifullah Yusuf menegaskan bahwa kisah para siswa menjadi bukti kehadiran negara dalam memberi kesempatan yang sama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bersama Pramono, ia kemudian mengajak seluruh siswa meneriakkan yel-yel Sekolah Rakyat sebagai penutup kegiatan.