— Jakarta – Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menampik anggapan bahwa PDIP bersikap abu-abu dalam konstelasi politik saat ini. Pernyataan itu disampaikan Puan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).

“Nggak kok, kita jelas,” kata Puan singkat saat dimintai konfirmasi terkait tudingan soal posisi partai sebagai penyeimbang.

Respons PKB

Pernyataan Puan merespons dorongan dari beberapa partai koalisi pemerintah, termasuk Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid, yang sebelumnya meminta PDIP memperjelas sikapnya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Jazilul menyampaikan harapan agar PDIP memilih posisi yang tegas, baik di barisan pemerintahan maupun di luar, karena menurutnya ketidakjelasan dapat menimbulkan kebingungan.

“Saya harap, mengambil sikap yang tegas saja. Kalau di oposisi, oposisi. Jangan abu-abu. Karena, kami semua sedang berjuang keras untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Pak Presiden. Semua program-program sudah ditata,”

Pernyataan itu disampaikan Jazilul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026), saat menjawab pertanyaan wartawan soal dugaan keikutsertaan Andi Widjajanto dalam aksi demo beberapa hari sebelumnya.

Menurut Jazilul, partai-partai pendukung pemerintah sedang berupaya mengawal pelaksanaan berbagai program agar berjalan sesuai target. Karena itu, ia meminta adanya soliditas dan kejelasan sikap dari PDIP.

“Jadi, kami harap, posisinya jelas, jangan abu-abu. Kita sedang bergerak agar semua program berjalan sesuai dengan target. Dan kita tahu, ya, kita semua membutuhkan persatuan, soliditas untuk menjalankan semua program Presiden, tanpa itu juga enggak bisa jalan. Tapi jangan juga kemudian bersikap abu-abu,”

Jazilul menegaskan pihaknya menghormati perbedaan pandangan politik, namun menilai sikap yang kurang jelas berpotensi mengganggu jalannya pemerintahan.

“Iya, jangan abu-abu sikapnya. Selama ini kan kita, ataupun yang ada di barisan pemerintah ini kan menghormati semua pendapat dari yang lain. Tapi, kalau ada kesan mengganggu, itu tidak baik untuk menjalankan program, gitu. Jadi, posisinya supaya gentle saja,”

Meski PDIP berkali-kali menyatakan posisi sebagai partai penyeimbang, Jazilul menyatakan hal itu masih belum memberi kejelasan yang memadai dan meminta PDIP mempertegas statusnya.

“Belum, belum (belum jelas). Karena selama ini memang ada kesan gitu, di sana dan di sini, belum tegas posisinya. Menyeimbangkan kayak apa, itu nggak paham,”

“Jadi, kejadian yang ada menurut saya, lebih memastikan posisinya saja, supaya kita bisa bergerak secara baik,” tambahnya.