— Nilai tukar rupiah (IDR) dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan Kamis, 10 September 2026. Pelemahan ini terjadi setelah beberapa hari penguatan di awal pekan.

Data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange menunjukkan, nilai tukar rupiah dibuka melemah 1 poin atau 0,01% ke level Rp 17.512 per dolar AS. Indeks dolar AS sendiri tercatat melemah 0,05% ke level 99.771. Menjelang siang, kurs rupiah terpantau kembali melemah 2 poin atau 0,13% ke level Rp 17.533.

Sebelumnya, pada hari Rabu (9/9/2026), nilai rupiah ditutup menguat 121 poin atau 0,69% di level Rp 17.511 per dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah kali ini disebabkan oleh sentimen eksternal yang kuat terkait isu geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur. Ketegangan ini meningkatkan kekhawatiran akan potensi kenaikan harga minyak dunia lebih lanjut.

Di Timur Tengah, ketegangan meluas di Laut Merah setelah kelompok militan Houthi dilaporkan melakukan penyerangan terhadap wilayah Arab Saudi. Sementara itu, di Eropa Timur, konflik antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut dengan kedua negara saling melancarkan serangan terhadap kota-kota di wilayah masing-masing.

“(Ketegangan) ini membuat harga minyak mentah mengalami kenaikan sehingga berdampak terhadap pelemahan mata uang rupiah,” ungkap Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Dari sisi domestik, Ibrahim menambahkan bahwa penguatan rupiah yang sempat terjadi tampaknya tidak bertahan lama. Hal ini terjadi meskipun Indonesia telah mencatat kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Agustus 2026 yang mencapai level 118,5.

Menurutnya, optimisme dari kenaikan IKK belum dapat dikatakan merata. Ia menjelaskan bahwa masyarakat cenderung mengeluarkan tabungan mereka untuk mengimbangi pengeluaran. Peningkatan konsumsi ini belum sepenuhnya dibarengi dengan kenaikan pendapatan masyarakat. “Sehingga demi menopang belanja, masyarakat masih terjerat dengan pengambilan tabungan,” imbuhnya.