Jurnal Indonesia — Nilai tukar rupiah (IDR) terpantau melemah pada pembukaan perdagangan Selasa, 8 September 2026, setelah sehari sebelumnya sempat menguat. Mata uang Garuda dibuka melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
Berdasarkan data pasar spot exchange pada pukul 09.14 WIB, rupiah dibuka pada level Rp 17.641 per dolar AS, mengalami pelemahan 1 poin atau 0,01%. Posisi ini berbanding terbalik dengan penutupan perdagangan Senin (7/9/2026) yang berakhir di Rp 17.640 per dolar AS, menguat 2 poin.
Sementara itu, mata uang yen Jepang mencatatkan penguatan signifikan, mencapai level tertinggi baru dalam tujuh bulan terhadap dolar AS. Penguatan ini terjadi di tengah spekulasi kenaikan suku bunga Bank of Japan. Yen Jepang menguat hingga 153,53 per dolar AS, melampaui level intervensi Jepang pada Juli lalu dan menjadi posisi terkuat sejak Februari 2026.
Dolar AS sendiri cenderung tertahan menjelang rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat. Indeks dolar AS terpantau sedikit melemah ke level 98,83.
Dalam pergerakan mata uang utama lainnya, euro menguat 0,06% menjadi $1,1628 per dolar AS, dan poundsterling Inggris juga naik 0,06% ke $1,3549 per dolar AS. Dolar Selandia Baru menguat 0,1% ke $0,5882 per dolar AS, sementara dolar Australia bergerak datar di $0,7219 per dolar AS.
Yuan China terpantau datar di dekat level tertinggi dalam 3,5 tahun, yakni 6,708 per dolar AS, menjelang rilis data perdagangan hari ini.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.