— Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Rabu (9/9/2026), dengan investor asing melakukan net sell senilai Rp 638,62 miliar. Akibatnya, harga saham emiten perbankan ini ditutup anjlok 2,25% ke level Rp 6.525.

Perdagangan saham BBCA pada hari itu melibatkan 193,38 juta saham yang ditransaksikan sebanyak 33.227 kali, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 1,27 triliun. Penurunan ini berbanding terbalik dengan kondisi pada Selasa (8/9/2026), di mana saham BBCA mencatatkan net buy asing Rp 269,69 miliar dan ditutup menguat 0,75%.

Pergerakan saham BBCA sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga melemah tipis 0,12% ke level 6.678 pada hari yang sama. Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan bahwa pelaku pasar di dalam negeri masih bersikap hati-hati menjelang rilis data penjualan ritel Juli yang dijadwalkan pada Kamis. Data penjualan ritel Juni sebelumnya tercatat mengalami penurunan selama tiga bulan berturut-turut.

Di tengah fluktuasi harga sahamnya, PT Bank Central Asia Tbk mengumumkan rencana pembagian dividen interim tahap ketiga untuk tahun buku 2026. Corporate Secretary BBCA, Rudy Budiardjo, menjelaskan bahwa perseroan tahun ini menerapkan kebijakan pembagian dividen interim secara kuartalan.

“Kami akan membayar dividen interim secara kuartalan. Jadi akan membayarkan pada 16 September dan untuk di kuartal IV kami akan membagikan di bulan Desember. Itu rencana kami,” ujar Rudy dalam acara Public Expose Live, Rabu (9/9/2026).

Rudy menambahkan bahwa pembayaran dividen final akan dilaksanakan pada Maret 2027, setelah persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). “Jadi itu untuk perkiraan payment dividen untuk tahun 2026 dan finalnya dibayar di tahun 2027,” jelasnya.

Direktur BBCA, Vera Eve Lim, mengonfirmasi bahwa besaran dividen interim yang akan dibayarkan pada 16 September 2026 adalah Rp 25 per saham. “Sebelumnya yang kami bayarkan di bulan Juni itu adalah sebesar Rp 20 per saham. Untuk September ini tanggal 16 akan dibayarkan Rp 25 per saham,” tutup Vera.