— Polda Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar uji coba penggunaan serbuk Hartindo untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan ini juga menjadi objek penelitian bagi Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Serdik Sespimti) Polri Angkatan 36.

Uji coba dilaksanakan di Lapangan Halang Rintang Wajracena pada Kamis (10/9/2026). Tujuannya adalah untuk memperkenalkan dan menguji penerapan teknologi pemadam kebakaran yang diharapkan dapat meningkatkan kecepatan serta efektivitas penanganan situasi darurat.

Kehadiran para Serdik Sespimti merupakan bagian dari Satgas Edukasi yang diluncurkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sebelumnya, Polri telah memberangkatkan 322 personel Satgas Edukasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) gelombang kedua ke wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Bagi Serdik Sespimti Angkatan 36, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk meneliti dan mengamati secara langsung bagaimana inovasi teknologi diterapkan dalam mendukung tugas kepolisian, terutama dalam menghadapi ancaman karhutla dan kondisi kedaruratan yang memerlukan respons cepat.

Simulasi dan uji coba tersebut dihadiri oleh Kasespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Midi Siswoko, Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Sabilul Alif, Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Ronny Suseno, Ketua Senat Serdik Sespimti Angkatan 36 Kombes Donny Alexander, beserta para siswa lainnya.

Dalam simulasi yang digelar, personel Satbrimob Polda Kaltim memperagakan penggunaan serbuk Hartindo dalam penanganan beberapa titik api. Kegiatan ini dirancang untuk mengevaluasi kemampuan media pemadam tersebut dalam mengendalikan api secara cepat, sambil tetap memperhatikan aspek keselamatan personel dan lingkungan.

Kasespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Midi Siswoko menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah positif dalam mendorong pemanfaatan teknologi modern untuk memperkuat kemampuan operasional kepolisian. “Simulasi ini merupakan langkah progresif dalam mengintegrasikan teknologi modern ke dalam prosedur operasional standar kepolisian. Pengetahuan teknis ini sangat berharga untuk memperkuat jajaran Satbrimob dalam mitigasi bencana secara responsif dan profesional,” ungkap Midi Siswoko.

Senada dengan Midi Siswoko, Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Sabilul Alif menilai penguasaan teknologi harus selalu dibarengi dengan pendidikan dan latihan yang berkelanjutan. “Pendekatan taktis yang ditunjukkan personel Brimob hari ini mengonfirmasi pentingnya edukasi dan pelatihan berkelanjutan. Pemanfaatan material pemadam yang aman dan efisien seperti ini tidak hanya menyelamatkan aset, tetapi juga meminimalkan risiko bahaya bagi keselamatan jiwa personel di medan tugas,” jelas Sabilul Alif.

Sementara itu, Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Ronny Suseno menegaskan bahwa penguasaan terhadap teknologi dan sarana pemadam modern menjadi elemen penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan personel di lapangan. “Penguasaan sarana dan prasarana modern seperti serbuk Hartindo ini sangat krusial untuk meningkatkan respons cepat personel Satbrimob Polda Kaltim saat menangani ancaman kebakaran skala besar. Kami terus berkomitmen memperbarui kemampuan teknis anggota agar selalu siap tanggap melindungi masyarakat dan fasilitas vital dari bahaya kebakaran,” ujar Ronny Suseno.