— Semarang – Singgih Gunarsa, ayah dari Mozza Axillia Gunarsa (17), mengungkapkan keterkejutannya saat menerima kabar penemuan jenazah putrinya yang telah menghilang selama satu tahun.

Kabar penemuan tersebut pertama kali diterima Singgih dari seorang teman di Salatiga yang memiliki kontak dengan anggota Polrestabes Semarang. “Waktu pertama kami menerima kabar penemuan putri kami, saya dapat info dari teman saya di Salatiga. Kebetulan temannya teman kami itu di Polrestabes Semarang, kebetulan Resmobnya juga,” ujar Singgih.

Singgih menceritakan rasa syoknya saat mendengar berita duka tersebut. “Teman saya menginformasikan kalau putri kami sudah ketemu dan kondisinya sudah jenazah, dan kami menerima informasi dengan sangat kaget, syok, harus mendengar berita seperti itu,” lanjutnya.

Awalnya, Singgih berencana mendatangi Polres Semarang untuk mengambil tablet Mozza yang sedang diperiksa. Ia kemudian segera bertolak ke Semarang untuk melakukan identifikasi jenazah.

“Saya menyampaikan kalau saya sudah menerima informasi berita itu kalau putri kami sudah ketemu. Akhirnya kita dibantu Polres Semarang untuk menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk identifikasi jenazah,” tuturnya.

Kasus hilangnya Mozza (17) yang dilaporkan keluarga pada 28 Juni 2025 akhirnya terungkap setelah penemuan kerangka di jurang dekat jalan tol wilayah Jangli, Kota Semarang. Penemuan ini berawal dari pengakuan pelaku, Mahendra Very Dwi Anggara (22), yang berhasil ditangkap pada Kamis (3/9) di Blora.

Terungkapnya kasus pembunuhan ini didukung oleh bukti chat di akun Instagram korban yang masih tertaut di ponsel milik orang tuanya.