— JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan teknologi pirolisis sebagai solusi penanganan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi persoalan timbunan sampah yang kian menumpuk di lokasi tersebut.

Pramono Anung menyampaikan dukungannya setelah bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pertemuan tersebut membahas secara mendalam mengenai strategi pengelolaan sampah di TPST Bantargebang.

Sebagai informasi, pirolisis merupakan proses dekomposisi termokimia yang memecah bahan organik melalui pemanasan suhu tinggi dengan sedikit atau tanpa kehadiran oksigen.

“Tentunya Pemerintah DKI Jakarta akan apa, saya sendiri sebenarnya udah bertemu dengan Pak Maruli, dengan KSAD dan dengan jajaran dan juga dengan ESDM untuk mengembangkan bagaimana penanganan sampah yang ada di Bantargebang,” ujar Pramono.

Ia merinci bahwa timbunan sampah di Bantargebang saat ini diperkirakan telah mencapai hampir 55 juta ton. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri telah melakukan perubahan pola pengelolaan sampah melalui Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2025. Perubahan ini menggeser fokus dari sekadar menumpuk menjadi proses yang lebih terintegrasi.

“Kalau dulu hanya angkut timbun. (Kalau) Sekarang menjadi pilah, angkut, olah,” jelasnya.

Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta sangat terbuka untuk mengadopsi berbagai jenis teknologi pengolahan sampah. Ia melihat potensi besar dalam memanfaatkan sampah yang ada di Bantargebang menjadi beragam produk bernilai tambah melalui teknologi yang tersedia.

“Termasuk yang ada di Bantargebang, kami memberikan kesempatan bagi siapa pun yang ingin terlibat karena sekarang ini dengan teknologi yang ada, sampah itu bisa dibuat berbagai hal,” ungkapnya.

Minat dari berbagai pihak untuk memanfaatkan sampah di Bantargebang pun cukup tinggi. Pramono menyebutkan bahwa dalam satu hari, ia menerima hingga tiga delegasi yang ingin mendiskusikan pemanfaatan sampah tersebut.

“Bahkan kemarin dalam satu hari itu saya menerima tiga delegasi yang ingin memanfaatkan sampah yang ada di Bantargebang,” tuturnya.

Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pengembangan teknologi pengolahan sampah, termasuk yang sedang didorong oleh Kementerian ESDM dan TNI.

“Maka dengan demikian secara prinsip Pemerintah DKI Jakarta memberikan support sepenuhnya kepada jajaran TNI beserta ESDM yang ingin mengembangkan sampah yang ada di Bantargebang,” pungkasnya.