Jurnal Indonesia — Tottenham Hotspur berhasil mengakhiri rentetan empat pertandingan tanpa mencetak gol saat menghadapi Liverpool di babak ketiga Carabao Cup. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk membawa Spurs meraih kemenangan, karena mereka harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor akhir 1-3 di Anfield, Rabu (16/9/2026) dini hari WIB.
Gol yang dicetak oleh Conor Gallagher menjadi pemutus paceklik gol Tottenham yang terakhir kali terjadi saat melawan Charlton Athletic pada 26 Agustus. Setelah itu, tim asal London Utara ini melewati lima pertandingan beruntun tanpa mampu menjebol gawang lawan.
Selain itu, gol Gallagher juga menjadi gol pertama Tottenham ke gawang sesama tim Premier League dalam lima pertemuan terakhir. Meskipun demikian, Spurs tetap belum bisa meraih kemenangan saat berhadapan dengan tim-tim dari liga utama Inggris.
Pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi, menyayangkan hasil tersebut. Ia merasa timnya selalu tampil mendominasi dalam penguasaan bola, namun kesulitan dalam mengkonversi peluang menjadi gol dan meraih kemenangan.
“Kami harus lebih sering menembak dan menembak dengan lebih baik. Kami harus lebih baik dalam memanfaatkan peluang-peluang yang jelas,” ujar De Zerbi, mengutip Liverpool Echo.
“Namun, kami menyesal atas hasil ini, kecewa, dan frustrasi. Menurut saya ini tidak adil, tapi kami harus menerimanya dan menjadi lebih kuat dari momen sial ini, karena saya orang yang jujur. Saya selalu jujur pada diri sendiri dan pada kalian.”
De Zerbi menambahkan bahwa timnya merasa kurang beruntung dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk saat melawan Newcastle, Everton, Nottingham, dan juga laga melawan Liverpool kali ini.
“Saya rasa dalam lima atau enam pertandingan terakhir ini, kami memang tidak beruntung, baik saat melawan Newcastle, Everton, bahkan Nottingham, dan juga malam ini,” tuturnya.
Ia juga menyoroti perlunya perbaikan dalam aspek pertahanan. “Kami harus memperbaiki banyak hal karena pada gol pertama yang kami kebobolan, kami tidak bertahan dengan cara yang benar, dan pada gol kedua, kami seharusnya bisa lebih dekat dengan Gakpo. Ini adalah momen yang sulit, tetapi kami harus lebih kuat untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin menjelang pertandingan berikutnya,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.