Jurnal Indonesia — Pemerintah India telah menyuarakan keprihatinan mengenai potensi peningkatan kejahatan siber yang disebabkan oleh fitur username baru WhatsApp. Otoritas India meminta platform pesan instan tersebut untuk menunda peluncuran fitur ini.
Kekhawatiran muncul setelah pengamatan yang menunjukkan adanya username yang sangat mirip dengan nama-nama tokoh politik terkemuka di India. Contohnya, username seperti ‘indiamodi’ dan ‘shahrukh.actor’ teridentifikasi, menimbulkan kekhawatiran karena kemiripannya dengan nama Perdana Menteri India Narendra Modi dan aktor ternama Shah Rukh Khan.
Menurut laporan TechRadar, kekhawatiran utama adalah bahwa username dapat mempermudah penipu untuk beroperasi tanpa perlu menampilkan nomor telepon asli pengguna.
Menanggapi hal ini, WhatsApp, yang merupakan bagian dari Meta, memberikan penjelasan. Perusahaan menyatakan bahwa mereka telah menyiapkan mekanisme khusus untuk melindungi username yang berkaitan dengan tokoh politik, VIP, dan selebriti. “Orang-orang membuat klaim palsu tentang pemesanan nama pengguna populer atau terkenal. Ini tidak benar, hanya pemilik akun yang sah yang dapat memesan nama tokoh publik terkenal,” ujar WhatsApp.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Meta ketika dihubungi oleh TechCrunch. Namun, rincian mengenai berapa banyak variasi nama dan identitas terkenal yang dilindungi oleh sistem ini masih belum jelas. Potensi modus kejahatan yang dikhawatirkan adalah kemungkinan penipu menggunakan variasi ejaan, angka, atau tambahan kata untuk meniru nama tokoh terkenal.
Masalah terkait nama pengguna memang menjadi tantangan yang dihadapi oleh berbagai platform media sosial, termasuk Instagram dan Facebook yang juga dimiliki oleh Meta. Namun, dengan sifat koneksi yang lebih langsung pada WhatsApp, potensi penipuan yang memanfaatkan fitur username ini dinilai lebih masuk akal.
Ikuti Jurnal Indonesia
