Jurnal Indonesia — Gubernur Banten, Andra Soni, mengeluarkan peringatan mengenai potensi musim kemarau panjang dan meluasnya kekeringan di wilayahnya. Ia menginstruksikan seluruh jajarannya untuk segera menyiapkan langkah-langkah mitigasi guna menjamin pasokan air bersih bagi masyarakat.
Menurut Andra Soni, musim kemarau tahun ini diprediksi akan lebih intens dan berpotensi menimbulkan kekeringan di berbagai daerah di Banten. “Agar masyarakat mendapatkan air bersih,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang dirilis Setda Banten pada Rabu (29/7/2026). Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Banten tengah melakukan kajian teknis mendalam untuk mengukur kedalaman sumber-sumber air secara bersama-sama, dengan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Gubernur Andra Soni telah melakukan penyaluran bantuan air bersih berupa lima tangki berkapasitas masing-masing 4.000 liter. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 854 kepala keluarga di wilayah Tigaraksa, Tangerang, pada Selasa (28/7). Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, Ari James Faraddy, menjelaskan bahwa tim kajian teknis telah diturunkan ke beberapa daerah untuk melakukan pengukuran kedalaman tanah hingga mencapai sumber air. “Setelah kajian teknisnya keluar, baru kita akan menyerahkannya ke Dinas PUPR untuk pekerjaan teknis fisiknya,” jelas Ari.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, Lutfi Mujahidin, melaporkan bahwa terdapat 105 kecamatan atau setara dengan 415 desa/kelurahan yang berpotensi terdampak kekeringan. Hingga kini, BPBD Banten telah berhasil mendistribusikan bantuan air bersih ke 139 desa dan kelurahan. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih, Lutfi mengimbau untuk segera menghubungi kantor BPBD setempat atau menghubungi BPBD Provinsi Banten melalui nomor 085117814505.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.