— JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti kembali terjadinya tawuran di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, yang berujung pada gangguan perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL). Menanggapi insiden tersebut, Pramono telah berkoordinasi dengan Kapolda dan jajaran penegak hukum untuk merancang penanganan yang lebih mendasar.

Pramono Anung menjelaskan bahwa tawuran yang terjadi di Manggarai melibatkan dua kelompok kecil yang persoalannya berawal dari ketersinggungan. Ia menekankan bahwa penyelesaian masalah ini tidak boleh bersifat sesaat atau kasuistis.

“Saya lebih pengin menyelesaikan bukan dengan cara apa yang bersifat kasuistis hanya sesaat saja,” ujar Pramono di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).

Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga dan ruang aktivitas positif lainnya bagi kaum muda. Pembangunan fasilitas ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk menyalurkan energi secara positif, membangun rasa saling menghormati, dan meningkatkan komunikasi yang baik antar sesama.

Pramono mencontohkan berbagai sarana yang dapat dibangun, seperti fasilitas tinju, bulu tangkis, mini soccer, hingga futsal. “Nanti termasuk di Manggarai, kebetulan ada Pak Wali Kota juga, kalau di Timur kita buatkan sarana-sarana tinju, sarana olahraga, bulu tangkis dan sebagainya, mini football, futsal, yang ini bisa mengurangi penyaluran energi dari sebagian anak-anak kita,” jelasnya.

Dia berharap pembangunan fasilitas ini menjadi solusi mendasar dan berjangka panjang untuk mencegah terulangnya aksi tawuran. Selain itu, ia juga menyinggung kondisi Manggarai yang sedang mengalami pembangunan masif dan peningkatan konektivitas. Situasi ini perlu diimbangi dengan penyediaan ruang aktivitas yang memadai bagi warga, terutama anak muda, agar tidak mudah tersulut emosi akibat kelelahan atau kurangnya sarana penyaluran energi.

Sebelumnya, perjalanan KRL lintas Jakarta Kota-Bogor sempat terganggu akibat adanya tawuran di pinggir rel antara Stasiun Manggarai dan Pasar Minggu. Insiden ini menyebabkan penumpukan penumpang KRL di Stasiun Cawang pada Jumat (22/8).