— JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo atau Bamsoet, bersiap meluncurkan dua buku terbarunya. Buku pertama berjudul Politik Hukum Konstitusi: Menjembatani Teori Akademis dan Realitas Parlemen, sementara buku kedua merupakan biografi yang ditulis oleh wartawan senior Kompas, J. Osdar. Bamsoet menyatakan bahwa pengalamannya yang panjang di dunia parlemen menjadi landasan utama dalam penulisan buku-buku tersebut.

Acara peluncuran dijadwalkan pada Kamis (10/9/2026) di Parle Senayan Park, Jakarta. Buku Politik Hukum Konstitusi akan mengulas secara mendalam kaitan antara hukum, konstitusi, politik, serta proses pembentukan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

“Saya ingin menunjukkan bahwa pengalaman praktis di parlemen dan teori yang dipelajari di bangku kuliah seharusnya dapat bertemu dan bersinergi. Parlemen membutuhkan landasan akademis yang kuat, sementara dunia akademik juga perlu memahami bagaimana teori tersebut beroperasi ketika berhadapan dengan realitas politik dan berbagai kepentingan masyarakat,” ujar Bamsoet di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Bamsoet menjelaskan bahwa berdasarkan pengalamannya, sebuah undang-undang tidak tercipta begitu saja. Proses legislasi melibatkan perdebatan substansi yang mendalam, pertimbangan kepentingan politik, penyerapan aspirasi masyarakat, hingga pandangan dari pemerintah.

Oleh karena itu, Bamsoet mengintegrasikan pengalaman empirisnya ke dalam buku melalui sebuah kolom khusus bertajuk Catatan dari Kursi Parlemen. Ia mengungkapkan bahwa kolom ini berfungsi sebagai wadah untuk menggambarkan bagaimana teori hukum dan ketatanegaraan berinteraksi dengan persoalan-persoalan nyata yang dihadapi dalam proses penyusunan undang-undang.

“Teori hukum yang diajarkan di kampus sering kali terasa berbeda ketika dihadapkan pada kenyataan saat menyusun undang-undang di lingkungan parlemen. Di sana, setiap gagasan diuji melalui perdebatan yang panjang demi menemukan solusi terbaik bagi kepentingan bangsa dan negara,” tutur Bamsoet.

Mantan Ketua MPR ini menambahkan bahwa buku kedua, “Dari Senayan ke Ruang Kuliah: Jejak Kepemimpinan dan Pemikiran” karya J. Osdar, menawarkan perspektif yang berbeda mengenai perjalanan hidupnya. Buku ini, menurut Bamsoet, merekam transformasi seorang tokoh yang telah mengabdikan diri di berbagai bidang.

“Pengalaman di parlemen telah memberikan banyak pelajaran berharga mengenai mekanisme pengambilan keputusan negara. Pengalaman tersebut kemudian saya bawa ke ruang kuliah agar para mahasiswa dapat memahami betapa eratnya hubungan antara hukum, politik, dan kebijakan publik dengan kehidupan masyarakat sehari-hari,” pungkas Bamsoet.

Kedua buku yang akan segera diluncurkan ini melengkapi koleksi buku-buku yang telah ditulis Bamsoet sebelumnya. Di antaranya adalah buku Rahasia Sukses dan Biografi Pengusaha Indonesia yang terbit pada tahun 1988, serta buku HIPMI, Pengusaha Pejuang, Pejuang Pengusaha yang diterbitkan pada tahun 1989.

Selain itu, ia juga telah menerbitkan buku Mahasiswa dan Lingkaran Politik pada tahun 1989, Kelompok Cipayung, Gerakan dan Pemikiran/Mahasiswa Gerakan dan Pemikiran pada tahun 1990, dan Mahasiswa & Budaya Kemiskinan di Indonesia yang dipublikasikan pada tahun 1990.