Jurnal Indonesia — Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi keluarga dengan menyalurkan beasiswa kepada anak nasabah program Mekaar. Salah satu penerima beasiswa tersebut adalah Wafa’ Shabrina Berlianti, yang ibunya, Ismiatin Aningsih, tak kuasa menahan haru atas kesempatan yang didapat putrinya.
Bagi Ismiatin, seorang ibu yang telah berjuang selama dua puluh tahun terakhir menghidupi keluarga dengan usaha ayam broiler, beasiswa ini menjadi jawaban atas doa-doanya. Perjalanan usahanya tidak selalu mulus. Pasang surut bisnis sempat membuatnya terpuruk dan hampir menyerah.
Titik balik datang pada tahun 2024 ketika Ismiatin mengenal program PNM Mekaar. Melalui pembiayaan dan pendampingan yang diberikan PNM, ia berhasil bangkit dari keterpurukan dan memulai kembali usahanya dari nol dengan merintis bisnis katering. Usaha yang dimulai dari plafon awal Rp2.000.000 itu kini terus berkembang seiring peningkatan plafon pinjaman yang diberikan.
“Saya hanya seorang ibu dengan usaha kecil, tapi PNM membuktikan bahwa anak kami juga berhak bermimpi besar,” ujar Ismiatin dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (11/9/2026).
Semangat juang sang ibu yang tak pernah padam, bahkan saat sepulang dari pertemuan kelompok mingguan bersama nasabah PNM Mekaar lainnya, turut disaksikan oleh Wafa’. Dari ibunya, Wafa’ belajar bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah alasan untuk menghentikan mimpi.
Pelajaran berharga itu membuahkan hasil nyata. Wafa’ menunjukkan prestasinya dengan pernah tampil di Drama Kolosal Tulungagung, meraih juara Palang Merah Remaja tingkat nasional, serta aktif dalam berbagai organisasi. Kini, ia melangkah lebih jauh dengan berjuang di semifinal Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, membawa jiwa pejuang yang diwarisinya dari sang ibu.
“Terima kasih PNM, telah menjadi sayap bagi mimpi-mimpi saya untuk terbang lebih tinggi dan membahagiakan ibu,” ungkap Wafa’.
Direktur Utama PNM, Kindaris, turut menyampaikan apresiasinya atas capaian Wafa’. Ia menegaskan komitmen PNM untuk terus memberikan ruang tumbuh, tidak hanya bagi usaha nasabah, tetapi juga bagi masa depan anak-anak mereka.
“Setiap usaha kecil yang kami dampingi menyimpan mimpi yang jauh lebih besar dari sekadar angka pembiayaan. Wafa’ adalah bukti bahwa ketika seorang ibu diberi kesempatan untuk bangkit, ia tidak hanya menghidupi usahanya, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan anaknya. Ini yang selalu kami jaga di PNM, bahwa pemberdayaan tidak berhenti pada satu generasi,” jelas Kindaris.
Bagi PNM, program beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam upaya pemberdayaan ekonomi keluarga, di mana pendidikan anak nasabah dipandang sebagai dua hal yang saling beriringan dan esensial.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.