— Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan signifikan, menembus level US$ 80.000 pada perdagangan Selasa (8/9/2026) pagi. Pelemahan ini terjadi di tengah menguatnya sentimen bearish di pasar derivatif kripto, yang diperparah oleh kekhawatiran mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data CoinMarketCap pada pukul 07.00 WIB, harga Bitcoin (BTC) tercatat jatuh 1,66% menjadi US$ 79.089,32 per koin. Nilai ini setara dengan sekitar Rp 1,39 miliar, dengan asumsi kurs Rp 17.630 per dolar AS.

Penurunan ini turut memengaruhi kapitalisasi pasar kripto global yang juga anjlok 1,41% dalam 24 jam terakhir, mencapai US$ 2,69 triliun. Indeks CoinDesk 20, yang melacak kinerja 20 aset kripto terbesar, juga terkoreksi 1,55%. Aset kripto lainnya seperti Ethereum (ETH) terpangkas 0,82% menjadi US$ 2.489, sementara Binance Coin (BNB) ambles 1,71% ke level US$ 739.

Menurut CoinDesk, tekanan terhadap Bitcoin terjadi meskipun kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) menunjukkan pergerakan positif. Kontrak Nasdaq 100 naik 0,3% sejak tengah malam UTC, yang semakin melebarkan perbedaan kinerja antara aset kripto dan saham teknologi.

Perubahan sentimen pasar terlihat dari posisi pelaku pasar derivatif. Rasio volume taker buy-sell pada perdagangan berjangka kripto mulai menunjukkan kecenderungan bearish, dengan transaksi jual mencapai 51,6% dari total arus transaksi.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pembacaan bullish yang terjadi pada Jumat sebelumnya. Pergeseran posisi pelaku pasar ini diperkirakan berkaitan dengan eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan lalu, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed.

Fokus Ekonomi AS dan Kebijakan Moneter

Kenaikan suku bunga oleh The Fed berpotensi memberikan tekanan lebih lanjut pada aset berisiko seperti Bitcoin. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan investor mengalihkan dana mereka ke aset lain yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.

Meskipun demikian, kekhawatiran pasar ini dinilai berpotensi berlebihan. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan ekonomi AS dan arah kebijakan bank sentral sebelum membuat keputusan investasi yang lebih besar.

Sebelumnya, Bitcoin sempat bergerak di kisaran US$ 79.300 pada hari Senin dan gagal menembus level resistensi US$ 81.400. Kegagalan ini kembali meningkatkan tekanan jual, yang akhirnya mendorong harga BTC turun ke bawah US$ 80.000.

Selanjutnya, pelaku pasar akan memantau apakah Bitcoin mampu bertahan di atas level US$ 80.000 atau justru melanjutkan tren koreksinya. Di sisi lain, level US$ 81.400 menjadi target penting yang perlu ditembus untuk mengembalikan momentum penguatan Bitcoin.