Jurnal Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan analisis sebaran abu vulkanik dari sejumlah gunung api di Indonesia pada Jumat (11/9/2026) pagi. Berdasarkan citra satelit Himawari-9 pukul 07.00 WIB, abu vulkanik tidak terdeteksi dari Gunung Anak Krakatau, Gunung Dukono, dan Gunung Ibu.
BMKG menyatakan bahwa sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau tidak terdeteksi. Namun, BMKG memberikan catatan bahwa penampakan debu vulkanik belum dapat dipastikan secara akurat jika wilayah gunung api tertutup awan. Selain itu, debu vulkanik yang tidak teridentifikasi pada produk analisis satelit tidak berarti tidak ada sama sekali.
Sementara itu, aktivitas erupsi teramati pada Gunung Semeru dan Gunung Lewotolo. Di Gunung Semeru, sebaran abu vulkanik dilaporkan bergerak ke arah tenggara dengan ketinggian mencapai 15.000 kaki atau sekitar 4,5 kilometer. Abu vulkanik ini mencakup sebagian wilayah Kabupaten Lumajang.
Untuk Gunung Lewotolo, sebaran abu vulkanik bergerak ke arah barat dengan ketinggian mencapai 7.000 kaki atau sekitar 2,1 kilometer. Abu vulkanik tersebut tersebar hingga ke wilayah Kabupaten Lembata.
Tiga Gunung Api Erupsi Pagi Ini
Sebelumnya, tiga gunung api tercatat mengalami erupsi pada Jumat pagi, yakni Gunung Semeru, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Ibu. Erupsi yang terjadi bervariasi durasinya, mulai dari 41 detik hingga 187 detik.
Menurut situs Magma Badan Geologi, ketiga gunung api tersebut mengalami erupsi pada waktu yang berbeda. Gunung Semeru berlokasi di Jawa Timur, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Ibu di Maluku Utara.
Gunung Ibu
Gunung Ibu tercatat mengalami dua kali erupsi pada Jumat pagi, tepatnya pukul 08.56 WIT dan 08.58 WIT. Erupsi pertama tercatat dengan amplitudo maksimum 18 mm dan durasi 41 detik. Erupsi kedua memiliki amplitudo maksimum 28 mm dengan durasi 45 detik. Visual letusan tidak teramati pada kedua erupsi pagi ini.
Namun, pada tengah malam sebelumnya, Gunung Ibu juga mengalami erupsi pada pukul 00.49 WIT. Erupsi tersebut menghasilkan kolom abu setinggi 400 meter di atas puncak atau 1.725 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan arah sebaran ke barat laut, memiliki amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 48 detik.
Gunung Ili Lewotolok
Gunung Ili Lewotolok juga melaporkan dua kali erupsi pada pagi ini, yaitu pukul 07.09 WITA dan 08.02 WITA. Erupsi pertama pada pukul 07.09 WITA menghasilkan kolom abu setinggi ± 600 meter di atas puncak atau 2.023 meter di atas permukaan laut, dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 48 detik.
Pada dini hari tadi, Gunung Ili Lewotolok tercatat mengalami tiga kali erupsi pada pukul 00.57 WITA, 02.08 WITA, dan 02.21 WITA. Erupsi pukul 00.57 WITA memiliki amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 70 detik. Erupsi pukul 02.08 WITA tercatat dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 63 detik, menghasilkan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak atau 1.923 meter di atas permukaan laut, dengan arah sebaran ke barat.
Erupsi terakhir pada dini hari tadi pukul 02.21 WITA memiliki amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 94 detik. Kolom abu teramati setinggi ± 600 meter di atas puncak atau 2.023 meter di atas permukaan laut, berwarna kelabu hingga hitam dan tersebar ke arah barat.
Gunung Semeru
Gunung Semeru mengalami erupsi pada dini hari tadi pukul 00.26 WIB. Pada pagi hari, terjadi tiga kali erupsi lagi yang tercatat pada pukul 04.27 WIB, 05.05 WIB, dan 06.16 WIB. Visual letusan tidak teramati pada erupsi pertama dan kedua. Pada erupsi ketiga pukul 06.16 WIB, visual letusan juga tidak teramati. Erupsi ini tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 187 detik.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.