— JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI secara konsisten memperkuat transformasi digitalnya dengan menghadirkan berbagai solusi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah, mulai dari segmen ritel hingga korporasi. Pengembangan ekosistem digital ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemudahan layanan, tetapi juga menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan transaksi dan bisnis BNI secara keseluruhan.

Kinerja positif yang terus dicapai BNI merupakan bagian dari kontribusi perseroan dalam mendukung arah transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Danantara Indonesia. Dengan penguatan fundamental bisnis dan inovasi berkelanjutan, BNI berupaya meningkatkan kapasitasnya sebagai institusi keuangan yang mampu memberikan nilai tambah bagi nasabah, pemegang saham, serta perekonomian nasional.

Melalui platform wondr by BNI, bank ini menghadirkan pengalaman perbankan digital terintegrasi yang dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan finansial nasabah ritel. Hingga paruh pertama tahun 2026, wondr by BNI telah berhasil menarik 15,1 juta pengguna, mencatat 1,1 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp 958 triliun.

Di segmen wholesale atau korporasi, transformasi digital diperkuat melalui BNIdirect, sebuah platform yang menyediakan solusi perbankan terintegrasi bagi nasabah korporasi. Platform ini telah mencatat 279,7 ribu pengguna dengan 789 juta transaksi senilai Rp 6.039 triliun.

Pertumbuhan aktivitas digital ini menggarisbawahi peran penting platform digital BNI dalam mendukung aktivitas finansial nasabah. Solusi digital BNI tidak hanya berfungsi sebagai kanal transaksi, tetapi juga menjadi gerbang untuk mengembangkan hubungan nasabah yang lebih luas, baik melalui layanan pembayaran, pengelolaan keuangan, maupun berbagai kebutuhan perbankan lainnya.

Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menjelaskan bahwa transformasi digital BNI diarahkan untuk menciptakan ekosistem yang mampu memberikan nilai tambah bagi nasabah sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih luas bagi perseroan. “Kami terus mengembangkan inovasi digital bukan hanya untuk menghadirkan layanan perbankan yang semakin mudah dan relevan, tetapi juga untuk memperkuat ekosistem bisnis BNI. Pertumbuhan transaksi di wondr by BNI dan BNIdirect menunjukkan bahwa platform digital semakin menjadi bagian penting dari aktivitas finansial nasabah, baik individu maupun korporasi. Hal ini sekaligus membuka ruang bagi BNI untuk memperluas engagement dengan nasabah dan menghadirkan lebih banyak solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Paolo dalam keterangan resmi, Rabu (9/9/2026).

Penguatan ekosistem digital ini didukung oleh infrastruktur dan jaringan transaksi BNI yang luas. Hingga semester I 2026, BNI memiliki 13.386 ATM, lebih dari 229 ribu agen branchless banking, serta lebih dari 1.042 ribu merchant dan QRIS. BNI juga terus mengembangkan ekosistem Open API yang telah terhubung dengan lebih dari 2.000 mitra melalui 283 layanan API.

Ekosistem yang terintegrasi ini memungkinkan BNI menghubungkan berbagai kebutuhan finansial nasabah dalam satu jaringan layanan, sekaligus memperluas titik interaksi dengan nasabah. Pendekatan ini merupakan bagian dari strategi BNI untuk membangun layanan perbankan yang semakin terintegrasi dan berfokus pada kebutuhan nasabah. Transformasi ini juga mencerminkan konsistensi BNI dalam menjalankan perannya sebagai bank yang turut mendorong perekonomian nasional.

Dengan menghadirkan layanan keuangan yang relevan dengan perkembangan zaman, BNI berupaya memastikan akses terhadap layanan perbankan menjadi lebih mudah, terintegrasi, dan mampu mendukung aktivitas masyarakat serta dunia usaha. Upaya ini sejalan dengan semangat Swadharma Bhakti Nagara yang menjadi landasan BNI dalam melanjutkan perjalanan transformasinya.

Memasuki dekade kedelapan perjalanannya, BNI terus menjaga relevansi perannya dengan menghadirkan inovasi yang tidak hanya memperkuat kinerja perseroan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi Indonesia. Menurut Paolo, pengembangan kapabilitas digital merupakan bagian dari upaya BNI untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi perseroan.

“Ke depan, kami akan terus memastikan investasi dan inovasi digital memberikan dampak nyata terhadap bisnis, baik melalui peningkatan transaksi, efisiensi proses, maupun peluang cross-selling dan pengembangan ekosistem. Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi enabler, tetapi menjadi bagian dari mesin pertumbuhan BNI,” kata Paolo. Ke depan, BNI akan terus memperkuat inovasi digital dengan mengembangkan kapabilitas wondr by BNI dan BNIdirect, memperluas ekosistem digital, serta mengintegrasikan berbagai kanal transaksi. Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran teknologi sebagai mesin pertumbuhan bisnis BNI, sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman nasabah di seluruh segmen dan memperkuat kontribusi BNI terhadap perekonomian nasional.