— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan melemah sebesar 8,24 poin atau 0,12% pada penutupan perdagangan Rabu (9/9/2026), berada di level 6.678,2.

Meskipun IHSG melemah, sejumlah saham dalam indeks LQ45 menunjukkan penguatan. PT Indika Energy Tbk (INDY) tercatat sebagai yang terkuat dengan lonjakan 11%. Selain itu, dua saham, yaitu DPUM dan SPAX, berhasil mencapai Auto Rejection Atas (ARA), menunjukkan kenaikan harga maksimal yang diizinkan.

Saham-saham lain yang turut melonjak dan masuk dalam daftar top gainers antara lain DPUM dan MSJA, dengan kenaikan harga berkisar antara 17% hingga 34%. Secara keseluruhan, dari saham yang diperdagangkan, sebanyak 325 saham tercatat menguat, 337 saham melemah, dan 301 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 15,9 triliun.

Sektor transportasi menjadi sektor dengan penguatan tertinggi pada penutupan pasar hari ini, mencapai 2,4%. Sektor lain yang juga mencatat penguatan antara lain sektor perindustrian (0,95%), sektor barang baku (0,85%), sektor energi (0,77%), dan sektor infrastruktur (0,42%).

Sebaliknya, beberapa sektor mengalami pelemahan, termasuk sektor kesehatan (1,33%), sektor barang konsumen non-primer (1,23%), sektor teknologi (0,96%), sektor properti (0,85%), sektor keuangan (0,57%), dan sektor barang konsumen primer (0,39%).

Analisis Pasar dan Sentimen

Pilarmas Investindo Sekuritas mengidentifikasi kenaikan harga minyak dunia yang mendekati level US$ 100 per barel sebagai salah satu sentimen utama yang membebani pasar. Lonjakan harga minyak dipicu oleh penghancuran lima kapal tanker minyak mentah Iran oleh pasukan Amerika Serikat (AS) di dekat Pulau Kharg, sebagai balasan atas upaya serangan rudal terhadap kapal perang AS.

Kementerian Luar Negeri AS menegaskan komitmen Washington untuk terus menyerang kapal tanker minyak Iran sebagai respons terhadap serangan terhadap kapal perang AS. Eskalasi ketegangan semakin meningkat dengan adanya serangan dari kelompok Houthi, pendukung Iran, ke wilayah selatan Arab Saudi. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik AS-Iran dan potensi gangguan terhadap pasokan minyak global.

Selain perkembangan geopolitik, Pilarmas juga menyoroti perhatian pasar terhadap data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini. Data tersebut dianggap krusial untuk memperkirakan arah kebijakan The Fed menjelang pertemuan bank sentral AS pekan depan.

Dari sisi domestik, Pilarmas menyatakan bahwa tekanan eksternal menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan IHSG. Namun, sentimen konsumsi domestik dilaporkan masih menunjukkan kondisi positif. Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2026 sebesar 118,5, mengalami peningkatan dari 116,8 pada bulan sebelumnya.

Saham Pemberi Cuan dan Penurunan

Pada hari yang sama saat IHSG melemah, sebanyak lima saham memberikan keuntungan terbesar dengan kenaikan harga mencapai 17% hingga 34% dalam satu hari.

Saham-saham tersebut meliputi PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) yang melonjak 34,6% menjadi Rp 140, PT Satria Antaran Prima Tbk (SPAX) yang naik 24,4% menjadi Rp 326, dan PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) yang menguat 22,8% menjadi Rp 199.

Selanjutnya, PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) mencatat kenaikan 20,2% menjadi Rp 214, dan PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) terangkat 17,7% menjadi Rp 703.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami penurunan signifikan. PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) anjlok 10,6% menjadi Rp 92, PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) turun 9,8% menjadi Rp 730, dan PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) jatuh 9,6% menjadi Rp 432.

Saham PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) terkoreksi 9,02% menjadi Rp 1.110, sementara PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) melemah 7,8% menjadi Rp 188.