— MAKKAH — Di tengah lautan jemaah yang memenuhi Masjidil Haram, lantunan azan dan bacaan Al-Qur’an terdengar jelas dari berbagai sudut tanpa menimbulkan gema yang mengganggu. Kualitas suara itu terasa konsisten meski posisi jemaah berpindah-pindah, dari dekat Ka’bah hingga area rooftop dan pelataran luar.

Kejernihan suara yang tampak alami itu bukan semata hasil dari kemampuan para imam, melainkan juga buah kerja teknis di balik layar: sebuah sistem audio canggih yang dirancang untuk mendistribusikan suara secara merata di seluruh kompleks masjid.

Infrastruktur Audio Modern

Menurut keterangan Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang dikutip dari Saudi Press Agency, Masjidil Haram dilengkapi sistem audio modern dengan lebih dari 260 speaker. Perangkat itu tersambung melalui jaringan kabel dan fiber optic sepanjang lebih dari delapan kilometer.

Semua komponen tersebut bekerja secara sinkron untuk memastikan azan, salat berjamaah, dan khutbah Jumat dapat terdengar jelas di area terbuka maupun di dalam bangunan bertingkat. Sinkronisasi menjadi aspek penting karena perbedaan waktu pengiriman sinyal hanya beberapa milidetik saja dapat memicu efek gema.

Tantangan Akustik Kompleks

Masjidil Haram merupakan kompleks yang sangat luas, mencakup beberapa lantai, koridor panjang, pelataran terbuka, area sa’i, serta kawasan mataf yang padat oleh jamaah. Variasi ruang dan kepadatan jamaah menjadi tantangan tersendiri bagi penyebaran suara agar tetap konsisten dan nyaman didengar.

Untuk mengatasi hal tersebut, sistem audio dirancang agar distribusi suara terasa merata sehingga sulit menentukan lokasi pasti sumber pengeras suara. Hasilnya, suara imam tetap terdengar jelas tanpa tabrakan gema walaupun ribuan orang bergerak seusai salat.

Teknologi yang Tak Terlihat

Keberadaan ratusan speaker serta jaringan kabel dan fiber optic yang bekerja senyap jarang disadari para jemaah, namun fungsinya signifikan dalam menunjang kenyamanan ibadah. Dengan infrastruktur itu, suara imam dan muazin dapat sampai ke setiap sudut kompleks dengan akurasi tinggi dan latensi rendah.

Bagi banyak jamaah, yang mengesankan adalah keindahan lantunan Al-Qur’an. Di balik pengalaman tersebut, sistem audio terintegrasi memastikan setiap ayat terdengar jelas, di mana pun posisi jamaah berada di dalam maupun sekitar Masjidil Haram.