— JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris memberikan apresiasi terhadap langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya yang berhasil menyelesaikan 97 kasus terkait ketenagakerjaan dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.

Charles menyatakan dukungannya terhadap upaya penegakan hukum yang membantu penyelesaian persoalan ketenagakerjaan dan memastikan hak-hak buruh terpenuhi. “Saya tentu mengapresiasi setiap upaya aparat penegak hukum yang berhasil membantu menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan dan memastikan hak-hak buruh dapat diterima. Jika memang Desk Ketenagakerjaan Polri telah membantu menyelesaikan puluhan kasus dengan nilai hak buruh mencapai ratusan miliar rupiah, tentu itu merupakan langkah yang patut diapresiasi,” kata Charles dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).

Meskipun demikian, Charles menekankan bahwa perlindungan terhadap buruh tidak seharusnya hanya bergantung pada penegakan hukum setelah masalah terjadi. Ia mendorong agar pemerintah lebih proaktif dalam memperhatikan para pekerja sejak awal.

“Namun, perlindungan terhadap buruh tidak boleh bergantung hanya pada penegakan hukum ketika masalah sudah terjadi. Yang jauh lebih penting adalah memastikan negara hadir sejak awal melalui kebijakan yang berpihak kepada pekerja,” tegasnya.

Charles menambahkan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan hak-hak buruh terpenuhi, serta melakukan pengawasan yang lebih ketat. Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang cepat dan penindakan tegas terhadap pelanggaran hak pekerja.

“Pemerintah harus memastikan hak buruh dipenuhi, pengawasan diperkuat, penyelesaian perselisihan hubungan industrial berjalan cepat, dan pelanggaran terhadap hak-hak pekerja ditindak tegas,” ujarnya.

Sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan, Charles mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, Polri, Kementerian Ketenagakerjaan, dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah untuk mencegah munculnya kasus atau sengketa ketenagakerjaan sejak dini melalui regulasi dan pengawasan yang lebih baik.

“Ke depan, saya berharap sinergi antara Polri, Kementerian Ketenagakerjaan, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar persoalan ketenagakerjaan tidak hanya diselesaikan setelah muncul sengketa, tetapi juga dicegah sejak awal melalui regulasi dan pengawasan yang lebih baik,” tutur dia.

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea telah menyampaikan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas upaya pembelaan terhadap buruh. Ia menyebutkan bahwa Desk Ketenagakerjaan Polri telah berhasil menyelesaikan banyak kasus buruh dengan nilai ratusan miliar rupiah.

“Terima kasih juga Pak Kapolri untuk Desk Ketenagakerjaan yang sudah berhasil menyelesaikan hampir 97 kasus dengan nilai nominal ratusan miliar yang dapat disampaikan kepada buruh yang berhak,” kata Andi Gani pada peresmian sekber KBPBI di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (24/7).

Andi Gani berharap agar Desk Ketenagakerjaan Polri dapat diperluas jangkauannya hingga ke seluruh daerah di Indonesia agar lebih banyak buruh yang dapat merasakan manfaatnya.

“Dan kami berharap Pak Kapolri, Desk Ketenagakerjaan di daerah-daerah juga dimaksimalkan untuk bisa melayani teman-teman serikat buruh,” harapnya.