Jurnal Indonesia — Ketidakpastian arah kebijakan Amerika Serikat (AS) kembali menjadi katalis penting bagi pasar global. Tarik-menarik antara kebijakan moneter yang berpotensi mendorong imbal hasil jangka pendek dan kebijakan fiskal yang berupaya menekan biaya pinjaman jangka panjang dinilai memperkuat alasan diversifikasi dari aset berbasis dolar AS ke emas dan bitcoin (BTC).
Head of Research Pluang, Jason Gozali, menilai dua agenda pada pekan ini akan menjadi perhatian utama pasar obligasi AS, yakni detail buyback Departemen Keuangan AS dan rilis inflasi konsumen Agustus. “Kedua faktor tersebut berpotensi menentukan arah imbal hasil obligasi, sekaligus ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (Fed),” kata Jason di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Pada Rabu, Departemen Keuangan AS dijadwalkan mengumumkan detail buyback obligasi. Nilai pembelian kembali berpotensi dinaikkan tiga hingga lima kali dari US$ 2 miliar sebelumnya, sementara nilai di atas US$ 4 miliar secara historis dinilai cukup untuk memicu reli obligasi.
Dua hari setelahnya, pasar akan mencermati data indeks harga konsumen atau CPI Agustus. Data tersebut akan menjadi salah satu penentu apakah Fed menaikkan suku bunga pada 16 September, ketika pasar swap saat ini memperkirakan probabilitas kenaikan sebesar 60%.
Menurut Jason, kombinasi dua agenda tersebut menciptakan ketegangan klasik di pasar keuangan. Kebijakan moneter yang lebih ketat cenderung mendorong imbal hasil tenor pendek, sedangkan kebijakan fiskal melalui pengelolaan utang berupaya menahan biaya pinjaman jangka panjang.
Kondisi itu membuat ketidakpastian kebijakan tidak hanya berpengaruh terhadap obligasi, tetapi juga terhadap daya tarik aset alternatif. “Setiap ketidakpastian kebijakan seperti ini memperkuat argumen diversifikasi keluar dari aset dolar,” ujar Jason.
Dalam kerangka tersebut, Pluang tetap mempertahankan proyeksi positif terhadap emas dan bitcoin (BTC) untuk horizon 12 bulan. “Kami mempertahankan target harga emas US$ 5.200 dan Bitcoin US$ 100.000 dalam 12 bulan,” pungkas Jason.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.