— Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan pengelolaan sampah perlu dijalankan sebagai gerakan bersama, bukan sekadar upaya kebersihan. Menurutnya, pengelolaan yang baik dapat menjaga lingkungan dan kesehatan serta membuka peluang ekonomi baru melalui kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Pacitan, Ibas menyaksikan langsung praktik pengelolaan sampah rumah tangga menjadi produk bernilai guna. Ia menyebut langkah tersebut sebagai contoh nyata bahwa upaya pelestarian lingkungan bisa sejalan dengan penggerak ekonomi berbasis masyarakat.

Sosialisasi dan Pembinaan Komunitas

Bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Ibas menghadiri kegiatan Sosialisasi Pengurangan Sampah dan Pembinaan Kelompok Masyarakat bertajuk “Sampah Terkelola, Lingkungan Terjaga” yang diikuti ratusan warga. Kegiatan digelar saat kunjungan kerja di Pacitan pada awal Juli.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu mengatakan semangat gotong royong menjadi kekuatan utama masyarakat Pacitan. “Setiap kali saya datang ke Pacitan, saya selalu merasakan semangat gotong royong dan kekeluargaan yang begitu kuat. Pacitan bukan hanya memiliki alam yang indah, tetapi juga masyarakat yang pekerja keras dan selalu bergandengan tangan membangun daerahnya,” ujarnya.

Pelaksanaan di TPS 3R Sidomakmur

Ibas meninjau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Sidomakmur di Kelurahan Sidoharjo. Ia menekankan perubahan cara pandang terhadap sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil dan bahwa kesadaran masyarakat menjadi pondasi penting.

“Biasanya sampah hanya dibuang begitu saja dan tidak memberikan manfaat. Namun hari ini kita melihat bagaimana, dengan dukungan pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, dan semangat kelompok masyarakat, sampah rumah tangga bisa dikelola menjadi sesuatu yang produktif dan bermanfaat,” kata Ibas.

TPS 3R Sidomakmur dikelola secara swadaya oleh 14 orang, mayoritas anggota karang taruna dan generasi muda. Saat ini fasilitas tersebut mampu mengelola sekitar 5 ton sampah setiap hari dengan kapasitas hingga 10 ton per hari.

Pengelolaan tidak berhenti pada pemilahan. Sampah organik diolah menjadi pupuk dan produk maggot sebagai pakan budidaya lele yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis, sementara sampah anorganik diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Ternyata sampah bukan hanya dipilah. Sampah organik menghasilkan pupuk, kemudian menghasilkan maggot untuk pakan budidaya lele, dan hasilnya dapat mendukung dapur Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak kita. Inilah pola distribusi yang berkelanjutan dan saling menguatkan. Bahkan sampah plastik pun masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih produktif,” jelas Ibas.

Bantuan Operasional dan Aspirasi Lokal

Ketua TPS 3R Sidomakmur, Jaidin, menyampaikan kendala utama yang mereka hadapi adalah kendaraan operasional pengangkut sampah yang sering rusak, sehingga menghambat pelayanan kepada masyarakat. “Kendala kami saat ini adalah kendaraan operasional yang sudah sering rusak, sehingga proses pengangkutan sampah menjadi kurang maksimal. Kami berharap ada dukungan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ujarnya.

Mendengar aspirasi itu, Edhie Baskoro menyerahkan bantuan berupa satu unit motor roda tiga dan sejumlah peralatan penunjang untuk mendukung operasional TPS 3R. Bantuan diharapkan memperkuat kapasitas layanan dan mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Ibas menegaskan langkah kecil yang dilakukan konsisten dapat membawa dampak besar. “Saya bangga karena banyak generasi muda yang tidak malu turun tangan mengelola sampah. Mereka menjaga lingkungan sekaligus memperoleh penghasilan dan kesejahteraan. Inilah contoh nyata bahwa menjaga lingkungan juga bisa menghadirkan manfaat ekonomi,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan antara lain Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, pejabat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pacitan, camat, lurah setempat, anggota DPRD, tokoh masyarakat, dan ratusan peserta sosialisasi yang mendukung penguatan gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kabupaten Pacitan.