Jurnal Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa positif pada perdagangan sesi I Selasa (8/9/2026), ditutup menguat 55,27 poin atau 0,84% ke level 6.674,95. Sepanjang sesi, IHSG bergerak dalam rentang 6.636 hingga 6.679.
Perdagangan sesi I mencatat volume transaksi sebanyak 22,64 miliar lembar saham dengan nilai mencapai Rp 8,16 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.345.295 transaksi. Sebanyak 386 saham menguat, 213 saham melemah, dan 191 saham lainnya stagnan.
Saham-saham dalam kelompok blue chip yang tergabung dalam LQ45 juga turut mengapresiasi sebesar 0,91%. Penguatan ini didukung oleh hampir seluruh sektor saham yang membukukan kenaikan. Sektor energi memimpin dengan lonjakan 1,17%, diikuti oleh sektor barang baku dan perindustrian yang masing-masing menguat 1,11%. Sektor infrastruktur naik 1%, dan sektor barang konsumsi primer bertambah 0,98%.
Namun, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang mengalami pelemahan dengan penurunan 0,5%. Di pasar saham Asia, mayoritas indeks terpantau melemah pada sesi yang sama. Hang Seng (Hong Kong) turun 0,36%, Straits Times (Singapura) terkoreksi 0,54%, dan Nikkei (Jepang) melemah 0,13%. Sementara itu, Shanghai (China) mencatat kenaikan tipis 0,2%.
Saham Top Gainers
Di tengah penguatan IHSG, lima saham berhasil mencatatkan kenaikan harga signifikan dan memimpin daftar top gainers. Kenaikan harga saham-saham ini berkisar antara 19% hingga 34%.
PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) melonjak 34,62% menjadi Rp 70, dan PT Hotel Sahid Jaya Internasional Tbk (SHID) menguat 25% ke level Rp 850. Keduanya menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Saham lainnya dalam daftar top gainers adalah Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) yang melesat 26,73% ke Rp 128, PT Soho Global Health Tbk (SOHO) naik 22,92% ke Rp 1.850, dan PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) yang bertambah 19,53% ke Rp 202.
Sebaliknya, lima saham tercatat sebagai top losers. PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) ambruk 10,53% ke Rp 204, PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) turun 10% menjadi Rp 810, dan PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) anjlok 9,81% ke Rp 478. Selain itu, saham PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) jatuh 7,94% ke Rp 232, dan PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) melemah 7,35% ke Rp 189.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.