— Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan 6.500 kilometer kabel di seluruh wilayah ibu kota akan ditanam di bawah tanah dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Untuk merealisasikan program ambisius ini, Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan skema pendanaan yang tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menyatakan bahwa pekerjaan pembenahan kabel ini sudah berjalan dan memiliki dasar hukum yang kuat melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2025. Gubernur DKI Jakarta sebelumnya telah meninjau langsung pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di kawasan Tebet/Soepomo.

“Pekerjaannya sudah berjalan, bukan program yang masih menunggu tanggal mulai. Payung hukumnya Perda Nomor 8 Tahun 2025. Pak Gubernur tadi meninjau langsung pembangunan SJUT di Tebet/Soepomo. Targetnya dalam lima tahun, kabel di permukaan bisa diturunkan. Total yang harus ditangani sekitar 6.500 kilometer. Pak Gubernur sendiri menyampaikan target itu tercapai kalau dikerjakan bersama, tidak hanya Bina Marga,” kata Chico Hakim saat dihubungi, Jumat (11/9/2026).

Chico menjelaskan bahwa saat ini, prioritas utama adalah penataan kabel komunikasi atau optik. Untuk kabel listrik, masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan PT PLN (Persero).

Adapun ruas jalan yang saat ini sedang dikerjakan mencakup 16,9 kilometer, dengan target rampung pada Desember 2026. Beberapa di antaranya adalah Jalan MT Haryono, Gatot Subroto, Dr. Supomo, Abdullah Syafei, Saharjo, Pemuda, Otista, Tebet Barat Dalam Raya, Matraman, dan Jatinegara.

Proyek 16,9 kilometer yang sedang berjalan ini memakan biaya sebesar Rp 16,9 miliar. Mengenai angka pasti untuk penanganan 6.500 kilometer dalam lima tahun ke depan, Chico belum dapat memberikan rincian resmi. Namun, ia memastikan skema pendanaannya akan bersifat kombinasi.

“Skemanya tidak hanya APBD, pasti ada unsur APBD, tapi kalau untuk 5 tahun ke depan kemungkinannya akan dikombinasikan dengan dana investor, bisa BUMD atau swasta,” tutur Chico.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan seluruh kabel yang masih semrawut di permukaan jalan ibu kota dapat diturunkan ke bawah tanah dalam waktu lima tahun. Jaringan kabel yang menjadi target penataan mencapai sekitar 6.500 kilometer.

Pramono Anung menyampaikan hal tersebut saat meninjau penataan kabel semrawut di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026). Ia menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta kini memiliki payung hukum yang jelas untuk mengatur penataan SJUT.

“Sesuai dengan Perda Nomor 8 Tahun 2025 pada bulan Desember, kita telah mempunyai payung hukum untuk mengatur yang disebut dengan penataan sarana jaringan utilitas terpadu atau SJUT,” ujar Pramono.

Menurut Pramono, penataan ini dilakukan dengan menurunkan kabel-kabel yang selama ini terpasang di atas tiang. Kabel komunikasi menjadi prioritas awal yang dapat diturunkan.

“Secara prinsip kabel itu ada dua, yang satu untuk komunikasi, yang satu untuk listrik. Memang yang sekarang ini yang sudah bisa diturunkan adalah kabel-kabel yang berkaitan dengan komunikasi. Sedangkan kabel yang berkaitan dengan listrik masih memerlukan waktu,” jelasnya.

Pramono menambahkan bahwa penataan kabel telah dilakukan di beberapa lokasi, salah satunya Jalan Dr. Supomo. Ia berharap program ini tidak hanya terbatas pada beberapa ruas jalan, melainkan dapat dilakukan secara menyeluruh di seluruh Jakarta.

“Saya terus terang mem-planning dalam 5 tahun semua kabel-kabel yang ada di permukaan itu bisa diturunkan,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa target lima tahun ini dapat tercapai jika penataan melibatkan seluruh pihak, termasuk badan usaha atau swasta. “Apakah 5 tahun itu bisa atau tidak, karena memerlukan kurang lebih 6.500 kilometer yang harus ditangani. Tetapi kalau ini ditangani secara total, artinya tidak hanya bergantung pada Bina Marga saja, saya yakin itu bisa dilakukan,” pungkasnya.