Jurnal Indonesia — Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Jakarta Kota-Bogor mengalami gangguan pada Jumat (21/8/2026) malam. Gangguan ini disebabkan oleh insiden tawuran yang terjadi di pinggir rel antara Stasiun Manggarai dan Pasar Minggu.
Akibat tawuran tersebut, antrean penumpang KRL, yang akrab disapa ‘anker’, menumpuk di Stasiun Cawang. Pada pukul 19.00 WIB, terpantau banyak penumpang yang memadati peron arah Bogor. Sebagian penumpang terlihat mengantre di tepi peron, sementara yang lain menunggu di area pagar pembatas stasiun, menanti kereta melanjutkan perjalanan.
Menanggapi situasi ini, akun resmi KAI Commuter mengumumkan bahwa perjalanan KRL arah Bogor kini sudah dapat dilalui kembali. Pihak KAI Commuter menyatakan bahwa proses penguraian antrean kereta sedang berlangsung. “Saat ini perjalanan Commuter Line lintas Bogor sudah dapat dilalui kembali dan dalam proses penguraian antrean KA. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan terima kasih atas pengertian serta kesabaran selama perjalanan,” demikian pernyataan KAI Commuter yang dirilis pada pukul 18.05 WIB.
Situasi di Stasiun Manggarai dilaporkan telah kembali normal. Peron untuk jalur Jakarta-Bogor maupun sebaliknya tampak dipadati pengguna KRL, dengan kedatangan kereta setiap lima hingga sepuluh menit. Tidak terpantau adanya penumpukan penumpang yang signifikan di stasiun tersebut.
Sebelumnya, KAI Commuter menginformasikan bahwa perjalanan KRL arah Bogor harus menunggu hingga kondisi dipastikan aman untuk melintas. Para pengguna diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari petugas di lapangan. “Perjalanan Commuter Line di lokasi saat ini masih menunggu aman untuk melintas. Kami mengimbau kepada para pengguna untuk mengikuti arahan dan informasi dari petugas di lapangan. Pembaruan informasi di-update seiring dengan perkembangan di lokasi,” ungkap KAI Commuter.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.