Jurnal Indonesia — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berpesan kepada para pemilik perusahaan agar menjadikan buruh sebagai mitra dan keluarga. Ia menekankan pentingnya persatuan untuk menjaga iklim perindustrian yang kondusif.
Pesan ini disampaikan Jenderal Sigit saat menghadiri konsolidasi akbar Konfederasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KSPMI) di Cikarang, Jawa Barat, pada Jumat (11/9). Acara tersebut turut dihadiri oleh Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Presiden Partai Buruh Said Iqbal, serta pejabat utama Mabes Polri, termasuk Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri.
“Tolong saya titip betul, jadikan rekan-rekan pekerja ini sebagai mitra dan aset perusahaan, sebagai keluarga. Karena begitu beliau-beliau, teman-teman ini menjadi bagian dari keluarga, tentunya kita bersama-sama berpikir bagaimana agar rumah besar kita, perusahaan ini, kemudian bisa tumbuh,” ujar Jenderal Sigit di lokasi acara.
Jenderal Sigit mengingatkan bahwa kondisi global saat ini sangat memengaruhi kondisi dan kebijakan di semua negara, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, ia meminta semua pelaku usaha untuk menjaga persatuan di tengah situasi global yang penuh tantangan.
“Jadi, yang penting maksudnya adalah kita paham kalau kita rukun, kita bisa bersatu, tapi kalau kita selalu ribut, rusuh, selalu konflik, tentu akan membuat semuanya menjadi bubar. Dan ini tentunya yang harus kita hindari dalam situasi seperti ini,” tegasnya.
Pemerintah, lanjut Jenderal Sigit, terus berkomitmen untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Ia menitipkan pesan kepada para buruh dan pelaku usaha agar bersama-sama menjaga ketertiban demi terciptanya iklim investasi yang sehat.
“Banyak sekali program-program Presiden yang tentunya harapannya membuka lapangan pekerjaan baru. Kita dengar di program hilirisasi beliau saat ini di bidang bauksit, kemudian di bidang otomotif, di bidang baterai listrik, dan juga program-program lain diharapkan bisa membuka peluang lapangan pekerjaan sekitar 5,9 juta,” ungkapnya.
“Satu hal yang tentu harus kita jaga adalah bagaimana kemudian agar iklim investasi tersebut bisa kondusif. Salah satunya adalah bagaimana kemudian permasalahan-permasalahan industrial bisa diselesaikan dengan baik, dan kemudian bagaimana agar suasana di kawasan industri itu harus betul-betul terjaga,” tutup Jenderal Sigit.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.