— Kementerian Dalam Negeri membuka program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan I di Universitas Indonesia (UI), Depok. Sebanyak 434 kepala desa dari 162 kabupaten/kota di 20 provinsi mengikuti program “kuliah kilat” ini.

Program itu merupakan hasil kolaborasi Kemendagri, Universitas Indonesia, pemerintah daerah, dan pemerintah desa untuk memperkuat kompetensi kepala desa melalui pendidikan dan pengembangan inovasi. Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa La Ode Ahmad Pidana Bolombo menyampaikan harapan agar program meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala desa.

“Program Kepala Desa Masuk Kampus merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala desa melalui kolaborasi antara Kemendagri, Universitas Indonesia, pemerintah daerah, dan pemerintah desa,” kata La Ode dalam keterangan resmi, Rabu (1/7/2026).

Acara pembukaan berlangsung di Balai Purnomo Prawiro, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, Selasa (30/6/2026). Hadir dalam acara antara lain Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Rektor Universitas Indonesia Heri Hermansyah, pimpinan UI, pejabat Kemendagri, serta akademisi.

Rektor UI Heri Hermansyah menyatakan KDMK bertujuan menjembatani ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi perguruan tinggi agar dapat diterapkan dalam pembangunan desa. Ia berharap kepala desa dapat menggali potensi lokal dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa desa adalah ujung tombak pembangunan nasional. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur desa menjadi kunci untuk menghadapi tantangan tata kelola, pemanfaatan teknologi, dan inovasi pelayanan publik.

“Desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional. Kemajuan desa akan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Bima Arya.

Asal Peserta

Peserta KDMK Angkatan I berasal dari 20 provinsi. Total 434 kepala desa berasal dari 162 kabupaten/kota, yaitu:

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Jambi
  • Sumatera Selatan
  • Bengkulu
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Lampung
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Banten
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Timur
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Tenggara

Materi dan Pembelajaran

Usai pembukaan, peserta mengikuti perkuliahan yang dibagi ke dalam 17 kelas. Materi difokuskan pada enam bidang inovasi yang ditujukan untuk pengembangan desa.

  • Pertanian dan perkebunan
  • Pariwisata dan ekowisata
  • Ekonomi dan infrastruktur
  • Mitigasi bencana serta kesehatan
  • Pendidikan dan digitalisasi
  • Perikanan dan peternakan

La Ode berharap para kepala desa mampu membawa inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.