— Komunitas pengemudi ojek online menyampaikan pesan haru saat Irjen Agus Suryonugroho mengakhiri tugasnya sebagai Kepala Korps Lalu Lintas Polri. Para pengemudi menilai sosok Irjen Agus lebih dari sekadar pejabat; bagi mereka ia adalah figur pelindung dan panutan.

Perpisahan ini terasa personal bagi anggota komunitas yang selama ini merasakan perhatian langsung melalui program kerja sama antara kepolisian lalu lintas dan komunitas ojol.

Erna, perwakilan dari Keluarga Besar URC Bergerak dan Ojol Nusantara Provinsi DKI Jakarta, mengaku terkejut saat mengetahui Irjen Agus mengakhiri masa jabatannya. Ia mengatakan kehilangan sosok yang dianggap idola.

“Waktu yg baru kita rangkai akan terputus oleh waktu dan tugas. Sebagai pemimpin Bapak adalah sosok idola kami, sosok kebanggaan kami, sosok panutan kami yang bisa menjadi sahabat buat kami,”

Erna menilai program Polantas Menyapa menjadi titik temu yang memperkuat sinergi antara Polri dan komunitas ojol. Menurutnya, program itu mengumpulkan pengemudi dari berbagai daerah dan menumbuhkan semangat perjuangan bersama.

Sebagai perwakilan pengemudi Jakarta, Erna menyampaikan harapan agar Irjen Agus dan keluarga selalu diberi kebaikan. Ia juga menyampaikan kebanggaan karena pernah bertemu langsung, bersalaman, dan berpelukan dengan sosok yang selama ini hanya terlihat di layar kaca.

“Tapi ada hal yang sangat saya banggakan rasa syukur sangat mendalam karena saya bisa bersalaman, berpelukan dan menatap Bapak dari dekat yang selama ini hanya bisa dilihat di televisi. Kami selalu mendoakan Bapak tidak lupa sama kami dan Allah selalu melimpahkan rahmat-Nya dan selalu diberikan kesehatan buat Bapak dan keluarga,”

Dianton, perwakilan Keluarga Besar Ojol Nusantara Provinsi Jambi, menyatakan terima kasih atas kebersamaan dan melihat Irjen Agus sebagai teladan. Ia menyebut hubungan yang terbina bukan sekadar formalitas, melainkan persaudaraan antara polantas dan komunitas ojol.

“Bagi kami, Bapak bukan hanya seorang pemimpin di Korps Lalu Lintas, tetapi juga sosok panutan, sahabat, sekaligus keluarga besar yang telah membuka ruang persaudaraan antara polantas dan insan ojol di seluruh Indonesia,”

Dianton menyebut Polantas Menyapa sebagai jembatan kebersamaan, kepedulian, dan rasa saling memiliki. Meski masa jabatan Irjen Agus berakhir, Dianton berharap tali persaudaraan tidak terputus dan Irjen Agus tetap menjadi bagian keluarga besar ojol Nusantara.

Komunitas ojol mengucapkan terima kasih atas bimbingan, arahan, dan perhatian yang diberikan Irjen Agus. Mereka juga menyampaikan permintaan maaf jika selama kebersamaan ada tutur kata atau tindakan yang kurang berkenan.

“Kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila selama kebersamaan ini terdapat tutur kata, sikap, maupun tindakan kami yang kurang berkenan di hati Bapak. Sesungguhnya semua itu bukanlah niat kami, melainkan kekhilafan sebagai manusia biasa yang tak luput dari salah dan kekurangan,”

Upacara serah terima jabatan Kepala Korps Lalu Lintas dari Irjen Agus Suryonugroho kepada Irjen Wibowo digelar di Lapangan NTMC Polri, Jakarta, pada Sabtu (4/7).