Jurnal Indonesia — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menargetkan sebanyak 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) siap beroperasi pada Oktober 2026. Pembentukan KDKMP ini bertujuan untuk memastikan penyaluran bantuan pemerintah menjadi lebih tepat sasaran.
“Yang bantuan pemerintah semua dikirimnya melalui koperasi desa (KDKMP). Mudah-mudahan nanti pada bulan Oktober sudah bisa jalan. Doakan ya, doakan,” ujar Zulhas usai menyalurkan bantuan pangan di KDMP Desa Pisang, Lampung Selatan, Lampung, Jumat (11/9/2026).
Zulhas mengakui bahwa mengoperasikan 80 ribu KDKMP bukanlah tugas yang mudah dan memerlukan persiapan serta rencana yang matang agar program ini dapat berjalan secara maksimal.
“Tidak gampang urus koperasi 80 ribu. Ini Oktober ini mudah-mudahan berjalan,” ungkap Zulhas.
Dalam operasionalnya, KDKMP akan diisi oleh perwakilan warga dari desa setempat. Sebagai contoh, di KDKMP Desa Pisang, Lampung, baik pengurus maupun anggotanya harus berasal dari Desa Pisang. Sementara itu, posisi manajer akan diisi oleh perwakilan pemerintah untuk memastikan pengoperasian yang efektif.
“Nanti anggotanya dari Desa Pisang, pengurusnya harus Desa Pisang. Pemerintah bantu nanti manajernya satu, digaji orang pemerintah untuk mengatur ini agar tidak salah sasaran,” jelasnya.
Zulhas merinci bahwa berbagai jenis bantuan dari pemerintah akan disalurkan melalui KDKMP.
“Bantuan tunai, bantuan beras, bantuan PKH, bantuan subsidi, bantuan alsintan, pupuk, dan kemudian gas 3 kilo semua nanti melalui Koperasi Desa Merah Putih,” tuturnya.
Lebih lanjut, KDKMP juga akan berperan dalam membantu Bulog menyerap gabah dan jagung dari petani. Harga pembelian akan mengikuti ketentuan pemerintah, yaitu Rp6.500 per kg untuk gabah dan Rp5.500 per kg untuk jagung. Jika harga di pasaran lebih rendah dari ketentuan tersebut, koperasi akan membeli sesuai harga yang ditetapkan pemerintah, bekerja sama dengan Bulog.
“Kalau jagung murah, gabah murah, koperasinya akan beli. Harganya enggak boleh di bawah aturan pemerintah. Gabah Rp6.500 tidak boleh di bawah Rp6.500. Kalau di bawah Rp6.500, operasi beli kerja sama sama Bulog. Jagung Rp5.500, kalau di bawah Rp5.000 kita beli kerja sama nanti sama Bulog,” tutupnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.