Jurnal Indonesia — Pasar Taman Puring di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, masih terlihat rata dengan tanah setelah setahun berlalu pasca musibah kebakaran. Para pedagang menyuarakan harapan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera melakukan penataan ulang terhadap pasar legendaris tersebut.
Koordinator Lapak Taman Puring, Asmuni, menyatakan keyakinannya terhadap kebijakan Gubernur DKI Jakarta. “Saya kan yakin dan teman-teman juga yakin kepada Pak Gubernur, karena Pak Gubernur kan pro ya. Dan Pak Gubernur selalu menata rakyatnya, selalu menata di ada beberapa ditata itu di pasar-pasar, dan saya yakin juga Pasar Taman Puring akan ditata dengan rapi oleh Pak Gubernur,” ujar Asmuni saat ditemui di lokasi pada Kamis (10/9/2026).
Asmuni mengaku percaya bahwa kebijakan yang akan dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta akan bersifat adil. Ia juga menyinggung keberhasilan Gubernur dalam menata pasar-pasar lain di ibu kota, seperti Pasar Kramat Jati di Jakarta Timur. “Ada beberapa pasar itu kan ditata oleh Pak Gubernur, dan saya pun sangat yakin dengan kebijakan Pak Gubernur dan sangat percaya apa yang akan dilakukan oleh Pak Gubernur kepada kami. Dan harapan kami, karena apa yang jadi isu di luar, paling tidak Pasar Taman Puring lebih lama adannya ketimbang ada kebijakan baru,” ungkapnya.
Para pedagang memiliki harapan besar agar Pasar Taman Puring tidak hilang sepenuhnya dari peta Jakarta. Asmuni menekankan pentingnya pasar tersebut sebagai salah satu ikon kota. “Perkara kebijakan itu ya, mohon Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang di atas, yang yang mempunyai kebijakan, kami sangat berharap Pasar Taman Puring tetap ada. Jangan sampai menghilangkan bagian dari ikon Jakarta juga,” ucapnya.
Lebih lanjut, Asmuni menambahkan bahwa Pasar Taman Puring masih memiliki banyak pelanggan setia meskipun lapak pedagang kini hanya digelar di bawah tenda. Hal ini membuktikan bahwa pasar tersebut memang sudah tersohor di kalangan masyarakat. “Masih (banyak pelanggan datang). Karena nama Pasar Taman Puring kan ikon Jakarta juga, bagian dari ikon Jakarta juga sudah pasar legend juga,” jelasnya.
Asmuni tidak menampik adanya kabar mengenai rencana perubahan Pasar Taman Puring menjadi Taman Disabilitas pertama di Jakarta. Meskipun demikian, ia berharap ada solusi terbaik yang dapat mengakomodasi para pedagang, baik itu berupa relokasi di lokasi yang sama maupun skema lainnya. “Kalau kami kan sebagai pedagang tuh, paling tidak tuh jelas tuh. Kalau misalkan yang mempunyai kebijakan mau jadikan apa, paling tidak tuh ada UMKM-nya, terus ada berapa persen buat pasarnya, paling tidak itu ada win-win solution,” ungkapnya.
Ia berpendapat bahwa jika Pasar Taman Puring hilang sepenuhnya, para pedagang akan menghadapi kesulitan dalam mencari tempat baru untuk berjualan. Oleh karena itu, mereka sangat mengharapkan solusi yang menguntungkan semua pihak. “Kalau tiba-tiba langsung full hilang, kita kan korban kebakaran, dari sebelum kebakaran belum ada informasi, tiba-tiba pas setelah kebakaran baru ada informasi (jadi taman). Jadi, kami harapan kami ada win-win solution. Entah itu seperti apa yang mempunyai kebijakan, paling tidak nama Pasar Taman Puring tuh masih ada,” sambung dia.
Selain itu, Asmuni menyampaikan keinginannya untuk melakukan audiensi langsung dengan Gubernur DKI Jakarta. Para pedagang ingin menyampaikan aspirasi dan keluh kesah mereka mengenai nasib Pasar Taman Puring secara langsung. “Untuk kalau bapak gubernur kita sudah bersurat, pengin beraudiensi dengan DPRD, walikota, kita sangat berharap, kita ingin ingin dipanggil. Kita dipanggil, yang mempunyai kebijakan, biar kita tuh jelas menyampaikan unek-unek sekalian. Iya, menyampaikan, paling tidaklah kita aspirasi kita tersampaikan. Tersampaikan langsung, ketemu langsung,” katanya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.