— Festival durian yang digelar di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, berujung ricuh setelah sejumlah warga yang telah membeli karcis tidak mendapatkan durian. Kejadian itu memicu protes dari pengunjung dan upaya pengembalian uang tiket oleh panitia.

Warga yang kecewa menilai penyelenggaraan tidak mampu memenuhi kebutuhan peserta. “Tadi banyak sekali warga beli tiket tapi tidak kebagian durian,” ujar seorang warga, Faizal.

Keluhan dan Permintaan Maaf Panitia

Faizal menyatakan kekecewaan karena sudah membeli karcis namun pulang tanpa membawa durian. Ia menilai penyelenggara seharusnya menyiapkan stok durian dan karcis yang cukup untuk memenuhi hak pembeli.

Pj Sekda Enrekang, Zulkarnain, mengakui animo masyarakat sangat tinggi. Atas nama panitia, ia menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang belum mendapatkan layanan maksimal. Menurut Zulkarnain, niat awal penyelenggara adalah membuka pasar bagi petani durian, pedagang UMKM, dan pelaku usaha durian agar mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas.

Respons Pemerintah Daerah

Wakil Bupati Enrekang, Andi Tenri Liwang La Tinro, menyatakan telah menerima langsung keluhan warga. Beberapa pengunjung meminta pengembalian uang tiket namun mendapati petugas loket tidak berada di tempat saat itu.

Andi Tenri mengatakan ia menghubungi petugas untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Saat mereka kembali, saya langsung menelepon petugas dan alhamdulillah sudah selesai. Pas saya mau balik dari lokasi sudah tidak ada lagi warga yang saya lihat di loket,” ujarnya.

Kejadian ini meninggalkan catatan bagi penyelenggaraan acara serupa di masa mendatang terkait pengelolaan stok, karcis, dan pelayanan lapangan agar animo masyarakat dapat ditangani secara lebih tertib.