— Polri telah mempersiapkan berbagai peralatan canggih dan sumber daya manusia untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah. Inisiatif ini mencakup penggunaan helikopter untuk operasi water bombing dan modifikasi kendaraan khusus agar dapat menjangkau area yang sulit diakses.

Brigjen Auliansyah Lubis, Karobinops Stamaops Polri, menjelaskan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Minggu (23/8/2026), bahwa dua unit helikopter siap siaga untuk melakukan water bombing. Selain itu, atas instruksi langsung dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kendaraan roda dua yang biasanya digunakan oleh Bhabinkamtibmas dimodifikasi agar mampu mencapai titik-titik api yang sulit dijangkau.

“Ini di pabrik tidak ada, jadi ini hasil modifikasi. Ini perintah langsung Bapak Kapolri, ‘coba kendaraan yang kita punya dimodifikasi agar bisa mencapai daerah-daerah yang sulit terjangkau’. Ini sangat berguna bagi rekan-rekan di lapangan untuk memadamkan api langsung di pusat titik api,” ujar Auliansyah Lubis.

Selain modifikasi kendaraan darat, Polri juga menyiapkan perlengkapan pendukung seperti baju tahan panas dan breathing apparatus. Kendaraan taktis SAR Karhutla dengan kapasitas besar, yaitu 2.500 liter air dan 250 liter foam, juga disiagakan untuk mendukung upaya pemadaman.

Teknologi drone pemadam api atau drone fire suppression turut menjadi andalan baru. Drone ini mampu membawa delapan bola pemadam yang dapat ditembakkan langsung ke titik api begitu terdeteksi melalui pemantauan. “Jadi begitu terpantau ada titik api, drone akan menembakkan bola tersebut agar api bisa segera padam,” tambah Auliansyah.

Secara keseluruhan, Polri menyiagakan lebih dari 71 ribu personel di seluruh Indonesia, ditambah ratusan unit pompa air portabel. Kekuatan ini terdiri dari 48.354 personel Corshabara dan 23.360 personel Korbrimob yang siap digerakkan kapan pun dibutuhkan. “Polri menyiagakan kekuatan penuh secara nasional. Disiagakan 48.354 personel Corshabara dan 23.360 personel Korbrimob yang siap digerakkan kapan pun dibutuhkan. Peralatan yang kita siapkan juga mencakup ratusan unit pompa air portabel karena kebakaran tidak hanya terjadi di dekat pemukiman,” jelasnya.

72 Orang Menjadi Tersangka Karhutla

Dalam penanganan karhutla, Polri juga telah menetapkan 72 orang sebagai tersangka yang tersebar di sembilan polda. Tindakan ini merupakan hasil dari proses penyelidikan dan penyidikan yang intensif untuk memastikan penegakan hukum berjalan maksimal.

Laporan polisi tersebut berasal dari Polda Riau, Polda Kalimantan Barat, Polda Sumatera Selatan, Polda Jambi, Polda Kalimantan Tengah, Polda Kalimantan Selatan, Polda Kalimantan Timur, Polda Aceh, dan Polda Kalimantan Utara. Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Irhamni menyatakan bahwa proses penyidikan difokuskan pada titik-titik api yang terdeteksi sebagai hotspot.

“Sembilan polda ini telah melaksanakan proses penyelidikan dan penyidikan dengan jumlah tersangka perorangan yang sudah ditetapkan sebanyak 72 orang. Proses penyidikan dilakukan pada titik-titik api di lapangan setelah sebelumnya terpantau ada hotspot,” kata Brigjen Irhamni.

Indikasi kuat menunjukkan bahwa pembakaran lahan dilakukan secara sengaja oleh para pelaku. Berikut adalah rincian tersangka karhutla berdasarkan laporan polisi dan jumlah tersangka di masing-masing polda:

  • Polda Riau: 30 Laporan Polisi, 35 orang tersangka
  • Polda Kalbar: 18 Laporan Polisi dari 2.282 titik api
  • Polda Sumsel: 15 Laporan Polisi dari 618 titik api, 17 orang tersangka
  • Polda Jambi: 17 Laporan Polisi dari 64 titik api, 8 orang tersangka
  • Polda Kalteng: 8 Laporan Polisi dari 203 titik api, 11 orang tersangka
  • Polda Kalsel: 3 Laporan Polisi dari 318 titik api, 2 orang tersangka
  • Polda Kaltim: 2 Laporan Polisi dari 243 titik api, 1 orang tersangka
  • Polda Aceh: 2 Laporan Polisi dari 71 titik api
  • Polda Kaltara: 2 Laporan Polisi dari 12 titik api