Jurnal Indonesia — Proyek Flyover Latumenten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, terus dikebut dan tercatat telah mencapai progres 55,2 persen. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama anggota DPRD DKI Hardiyanto Kenneth melakukan inspeksi langsung ke lokasi pada Kamis (2/7/2026).
Pembangunan infrastruktur yang dianggarkan sebesar Rp259 miliar ini ditargetkan selesai pada 15 Desember 2026 dan diharapkan membantu mengurai kemacetan yang selama ini menumpuk di sekitar perlintasan kereta api.
Awal Inisiatif dan Proses Pengerjaan
Wakil rakyat dari PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, mengatakan gagasan pembangunan flyover bermula dari keluhan warga saat kunjungan reses pada 2024. Warga meminta solusi untuk mengurai kemacetan akibat perlintasan kereta yang padat.
Karena saat itu Pemprov belum memiliki alokasi anggaran, Kenneth meminta dilakukan kajian terlebih dahulu. Setelah kajian rampung, proyek masuk proses lelang dan pekerjaan dimulai pada penghujung 2025.
Fasilitas Integrasi Antarmoda
Kenny menyampaikan flyover akan terhubung dengan sejumlah moda transportasi umum, termasuk KRL Commuter Line dan Transjakarta. Sebagai bagian dari integrasi antarmoda, akan dibangun skywalk yang dilengkapi lift, jembatan penyeberangan orang ramah disabilitas, serta halte Transjakarta yang terkoneksi dengan kawasan sekitarnya.
“Konsep tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna jalan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang membawa barang atau kereta bayi,” kata Kenneth.
Menurutnya, keberadaan lift pada JPO mempermudah akses menuju halte Transjakarta tanpa harus menapaki tangga, sehingga perpindahan moda diharapkan menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien.
Penutupan Perlintasan Sebidang dan Tujuan Proyek
Gubernur Pramono menjelaskan setelah flyover beroperasi, pemerintah berencana menutup perlintasan sebidang di kawasan tersebut. Seluruh kendaraan akan diarahkan melintasi struktur layang sehingga tidak lagi bersinggungan langsung dengan jalur kereta api.
“Dengan demikian siapa pun harus naik ke atas supaya perlintasan yang sebidang kereta api ini tidak lagi terganggu dan juga menimbulkan kecelakaan,” ujar Pramono.
Pramono berharap flyover tidak hanya mengurangi antrean di perlintasan, tetapi juga memangkas waktu tempuh pengguna jalan serta memperkuat integrasi transportasi publik di Jakarta Barat.
Respons Lokal
Wakil Camat Grogol Petamburan, RM Pradana Putra, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan Hardiyanto Kenneth atas realisasi proyek yang menurutnya merupakan aspirasi warga puluhan tahun.
“Ini penantian warga puluhan tahun. Alhamdulillah terealisasikan. Terima kasih Pak Dewan dan Pak Gubernur. Semoga flyover ini bisa menjadi jawaban atas permasalahan kemacetan,” tutup Pradana Putra.
Ikuti Jurnal Indonesia
