— Proyek Flyover Latumenten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, terus dipacu dan ditargetkan selesai pada 15 Desember 2026. Pembangunan itu ditinjau langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama anggota DPRD DKI Hardiyanto Kenneth.

Menurut penjelasan Gubernur, anggaran proyek mencapai Rp259 miliar dan progres konstruksi telah mencapai 55,2 persen. Target penyelesaian tetap pada 15 Desember 2026.

Latar Belakang dan Awal Proses

Hardiyanto Kenneth mengatakan gagasan flyover bermula dari keluhan warga sekitar perlintasan kereta api yang terus mengalami kemacetan. Saat reses pada 2024, warga meminta solusi untuk mengurai antrean panjang di titik itu.

Ketika anggaran belum tersedia, Kenneth menyebut dia meminta dilakukan kajian terlebih dahulu. Setelah kajian selesai, proyek masuk proses lelang dan pengerjaan dimulai pada penghujung 2025.

Konsep Integrasi Antarmoda

Kent menyampaikan Flyover Latumenten akan terintegrasi dengan moda transportasi umum, termasuk KRL Commuter Line dan Transjakarta. Sebagai penghubung antarmoda direncanakan pembangunan skywalk yang dilengkapi lift, jembatan penyeberangan orang ramah disabilitas, serta halte Transjakarta yang terkoneksi dengan kawasan sekitar.

“Jadi konsep tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna jalan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang membawa barang atau kereta bayi. Kehadiran lift pada JPO akan mempermudah akses menuju halte Transjakarta tanpa harus menggunakan tangga,” ujar Kenneth.

Ia menambahkan fasilitas integrasi diharapkan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki saat berpindah moda transportasi, karena skywalk akan terkoneksi langsung dengan halte Transjakarta dan stasiun KRL.

Penutupan Perlintasan Sebidang

Pramono menyatakan setelah flyover selesai, pemerintah provinsi berencana menutup perlintasan sebidang kereta api di kawasan tersebut sehingga seluruh kendaraan diarahkan melintasi flyover. Langkah ini dimaksudkan agar arus lalu lintas tidak terganggu oleh buka-tutup perlintasan dan mengurangi risiko kecelakaan.

“Sehingga dengan demikian siapa pun harus naik ke atas supaya perlintasan yang sebidang kereta api ini tidak lagi terganggu dan juga menimbulkan kecelakaan seperti yang pernah terjadi di Bekasi pada waktu itu,” kata Pramono.

Harapan dan Respons Warga

Pramono berharap flyover mampu signifikan mengurangi kemacetan dan memperkuat integrasi transportasi publik di Jakarta Barat sehingga waktu tempuh pengguna jalan dapat dipangkas.

Wakil Camat Grogol Petamburan, Pradana Putra, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Hardiyanto Kenneth. Menurut Pradana, realisasi flyover merupakan jawaban atas aspirasi warga yang telah menunggu puluhan tahun.

“Ini penantian warga puluhan tahun. Alhamdulillah terealisasikan. Terima kasih Pak Dewan dan Pak Gubernur. Semoga flyover ini bisa menjadi jawaban atas permasalahan kemacetan,” tutup Pradana Putra.