Jurnal Indonesia — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rajiv, melakukan kunjungan kerja di Desa Nengkelan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, selama masa reses. Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya terkait pengembangan sektor pertanian, kelautan dan perikanan, serta kehutanan.
Menurut Rajiv, masa reses merupakan kesempatan berharga untuk berdialog langsung dengan konstituen. Ia menekankan pentingnya mendengarkan persoalan yang dihadapi masyarakat guna memastikan kebijakan dan program pemerintah dapat berjalan efektif dan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Bagi saya, hadir dan mendengarkan langsung adalah cara terbaik untuk merawat harapan dan mewujudkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Rajiv, Rabu (29/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai masukan mengenai pengembangan potensi desa, peningkatan kesejahteraan petani, dan harapan terhadap perluasan akses program pemerintah yang dapat memberikan manfaat langsung.
Rajiv menegaskan bahwa setiap aspirasi yang diterima akan menjadi dasar perjuangannya dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan di DPR RI. Ia meyakini komunikasi langsung dengan masyarakat adalah modal utama agar program yang diperjuangkan benar-benar menjawab kebutuhan riil di daerah.
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II ini juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan kehadirannya di Komisi IV DPR RI sebagai jembatan untuk memperjuangkan program-program yang menjadi kewenangan komisi tersebut.
“Saya ingin masyarakat tidak ragu memaksimalkan kehadiran saya di DPR RI. Mari kita bersama-sama mengoptimalkan berbagai program di sektor pertanian, kelautan dan perikanan, serta kehutanan agar potensi desa terus berkembang dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” tandasnya.
Rajiv menilai Kabupaten Bandung, khususnya Kecamatan Ciwidey, memiliki potensi besar di sektor pertanian dan ekonomi pedesaan. Ia berkomitmen untuk terus mengawal program kementerian mitra Komisi IV DPR RI agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, mulai dari bantuan sarana dan prasarana pertanian, pengembangan usaha produktif, hingga program pemberdayaan yang dapat meningkatkan pendapatan warga.
“Reses bukan sekadar memenuhi agenda konstitusional, tetapi menjadi kesempatan untuk memastikan suara masyarakat benar-benar sampai ke DPR dan diterjemahkan menjadi kebijakan maupun program yang memberikan manfaat nyata,” tutup Rajiv.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.