— Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menerima kunjungan audiensi dari PT Jasa Raharja di gedung NTMC Korlantas Polri, Jakarta. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara kedua institusi dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang lalu lintas.

Audiensi yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026) ini dihadiri oleh Kakorlantas Polri Irjen Wibowo, Komisaris Utama PT Jasa Raharja Aan Suhanan, Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, beserta jajaran direksi Jasa Raharja dan Pejabat Tinggi Pratama (PJU) Korlantas Polri.

Dalam sambutannya, Irjen Wibowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menekankan bahwa hubungan antara Korlantas Polri dan Jasa Raharja telah terjalin erat melalui berbagai program bersama yang berfokus pada peningkatan pelayanan publik. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga untuk memperkuat kembali sinergi dan kolaborasi terkait tugas-tugas yang memiliki keterkaitan erat antara kedua institusi.

“Tentunya kegiatan ini selain sebuah ajang tali silaturahmi yang sudah terjalin selama ini, juga tentunya ingin kembali kita bersinergi, berkolaborasi, terkait dengan beberapa singgungan tugas yang cukup erat antara Korlantas Polri dengan Jasa Raharja. Terutama di bidang pelayanan kesamsatan, juga terkait dengan bidang penanganan kecelakaan lalu lintas,” kata Irjen Wibowo.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi kedua institusi mencakup pelayanan administrasi kendaraan bermotor melalui Sistem Administrasi Manunggal di Bawah Satu Atap (Samsat), serta upaya krusial dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban di jalan raya. Salah satu langkah konkret yang telah diimplementasikan adalah memberikan kemudahan dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui kebijakan yang tetap menjaga kepastian hukum sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat.

“Pemanfaatan transformasi digital ini bukan hanya sekedar untuk memindahkan pelayanan dari loket ke sebuah aplikasi, tapi harus betul-betul bisa lebih mempercepat penanganan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Irjen Wibowo.

Lebih lanjut, Irjen Wibowo menyoroti pentingnya upaya preventif dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. Ia mengemukakan bahwa peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat berimplikasi pada bertambahnya penggunaan moda transportasi. Oleh karena itu, kolaborasi antarlembaga sangat diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan terhadap keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

“Bagi kami, kecelakaan lalu lintas bukan sebuah takdir. Ini adalah hal yang sebetulnya bisa kita cegah dengan mengubah tata cara mengemudi dan membangun etika berlalu lintas. Ini adalah langkah yang harus kita benahi bersama-sama,” pungkasnya, menekankan pentingnya perubahan perilaku dan etika berkendara untuk menciptakan lalu lintas yang lebih aman.