Jurnal Indonesia — Nagari Nan Tujuah di Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kini tidak lagi terisolasi dari dunia digital. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, meresmikan beroperasinya Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel di kawasan tersebut pada Sabtu (22/8) malam. Kehadiran BTS ini mengakhiri keterbatasan akses komunikasi yang telah dihadapi masyarakat selama puluhan tahun.
Sebelumnya, warga Nagari Nan Tujuah harus keluar dari kawasan nagari untuk mendapatkan sinyal telepon seluler maupun mengakses internet. Dengan adanya BTS baru, masyarakat kini dapat terhubung ke dunia luar, membuka akses terhadap berbagai kebutuhan di era digital, mulai dari pendidikan, pelayanan pemerintahan, aktivitas ekonomi, hingga informasi.
“Kalau sebelumnya tidak ada sinyal sama sekali, sekarang sudah ada. Semoga semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Andre dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).
Manager NOP Padang Telkomsel, Andy Suhatril, menjelaskan bahwa sekitar 195 kepala keluarga di Nagari Nan Tujuah akan merasakan manfaat dari jaringan baru ini. Ia menambahkan bahwa kawasan tersebut memang sebelumnya belum memiliki sinyal.
Andre meminta masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas BTS agar dapat beroperasi secara berkelanjutan. Ia mendapat penjelasan bahwa BTS dilengkapi baterai cadangan yang dapat menjaga jaringan tetap menyala selama tiga hingga empat jam ketika terjadi pemadaman listrik PLN. “Kalau listrik mati, selama baterainya masih ada, tiga sampai empat jam sinyal masih menyala sambil menunggu listrik hidup kembali. Jadi tolong dijaga,” tegas Andre.
Andre mengingatkan masyarakat dan pemuda setempat untuk tidak sembarangan membiarkan orang masuk ke area BTS. Hal ini penting karena fasilitas seperti baterai dan kabel memiliki nilai ekonomi tinggi dan rawan dicuri. Ia meminta setiap orang yang mengaku sebagai petugas atau teknisi agar ditanyakan identitasnya dan didokumentasikan. Imbauan ini diamini pihak Telkomsel yang menyebut aksi pencurian perangkat BTS pernah terjadi di sejumlah lokasi.
Pembangunan BTS di Nan Tujuah merupakan bagian dari upaya Andre Rosiade untuk membuka keterisolasian masyarakat Agam dan Sumbar. Ia menilai pembangunan tidak boleh hanya berpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga harus menjangkau nagari-nagari yang sulit mendapatkan akses infrastruktur dasar.
Selain telekomunikasi, Andre juga menyampaikan komitmennya mengawal pembangunan infrastruktur jalan untuk membuka konektivitas antarwilayah di Agam dan Sumbar. Ia mencontohkan penanganan Jalan Malalak yang selama ini menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Andre mengatakan dirinya telah mendorong pemerintah pusat agar persoalan konektivitas di wilayah tersebut mendapat perhatian dan ditangani.
Lebih lanjut, Andre menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat membangun infrastruktur Sumbar. Menurutnya, pembangunan jalan, jembatan, normalisasi sungai, hingga konektivitas antarwilayah terus dikawal agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat. “Jalan-jalan yang rusak kita benahi, normalisasi sungai juga kita benahi,” katanya.
Andre berharap masyarakat Agam melihat pembangunan secara utuh. Keterisolasian tidak cukup diatasi dengan satu jenis infrastruktur. Kehadiran jaringan telekomunikasi harus berjalan bersama pembangunan jalan, jembatan, dan konektivitas transportasi. “Kalau jalan bagus, komunikasi bagus, ekonomi masyarakat juga akan bergerak. Karena itu kita harus sama-sama membuka akses daerah yang selama ini terisolir,” tegasnya.
Andy Suhatril menambahkan, keberadaan warga yang ikut mengawasi sangat dibutuhkan karena lokasi BTS relatif jauh dari permukiman. Ia berharap pemuda dan masyarakat setempat segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar tower. “Kalau ini hilang, tidak ada sinyal. Mati sinyalnya,” kata Andy.
Wali Nagari Nan Tujuah, Ramlan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Andre serta Telkomsel yang telah menghadirkan jaringan komunikasi di daerah mereka. Menurutnya, kehadiran sinyal menjadi perubahan besar bagi masyarakat setelah bertahun-tahun berada dalam kondisi tanpa akses komunikasi yang memadai.
Dalam kegiatan peresmian tersebut, Andre didampingi oleh VP Area Network Operations Sumatera Telkomsel Nizar Fuadi, GM Regional Network Operations Sumbagteng Agus Sugiarto, Manager NOP Padang Andy Suhatril, dan Manager Branch Bukittinggi Galuh Ranggakusuma. Turut hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam Roza Syafdefianti, Staf Ahli Bupati Agam Taslim, Wali Nagari Nan Tujuah Ramlan, serta tokoh masyarakat dan warga.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.