— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan kecepatan internet rata-rata nasional mencapai 100 Mbps dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Target ini disiapkan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas sebagai fondasi transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi.

Upaya mencapai target meliputi percepatan pembangunan infrastruktur digital, peningkatan investasi operator telekomunikasi, serta perluasan akses ke wilayah yang masih minim layanan.

Strategi Percepatan Infrastruktur

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan pemerintah mendorong operator meningkatkan belanja modal (capex) untuk memperluas jaringan. Langkah yang diambil mencakup pengembangan serat optik, penguatan layanan fixed broadband, dan pemanfaatan teknologi satelit untuk menjangkau daerah belum terlayani.

“Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira-kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah,”

Menurut Nezar, visi kementerian yakni “Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga” menempatkan peningkatan kualitas konektivitas sebagai fokus utama. Infrastruktur yang lebih kuat diharapkan mendorong ekonomi digital, meningkatkan produktivitas, serta memperluas akses layanan publik berbasis digital.

Tantangan Pemerataan Akses

Meski pembangunan infrastruktur terus berjalan, pemerataan masih menjadi tantangan besar. Nezar menyebut masih terdapat laporan wilayah tanpa sinyal alias blank spot, termasuk di sejumlah daerah Pulau Jawa.

Untuk menutup kesenjangan tersebut, pemerintah menerapkan pendekatan terpadu yang mengombinasikan serat optik, layanan broadband tetap, dan konektivitas satelit. Tujuannya agar masyarakat, termasuk di daerah pinggiran, memperoleh akses yang lebih andal dan terjangkau.

Nezar juga menyoroti peran konektivitas saat bencana, ketika pemulihan layanan telekomunikasi sering diminta bersamaan dengan bantuan logistik. “Ketika terjadi bencana, selain permintaan bantuan makanan, masyarakat juga meminta pemulihan sinyal. Itu menunjukkan konektivitas sudah menjadi kebutuhan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nezar.