— Sebanyak 31 pasangan mengikuti program Nikah Massal Begawi Cinta Lampung 2026 yang mengusung tema ‘Bersama Menghadirkan Pernikahan Sah dan Bermartabat’. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, turut hadir dan menjadi saksi dalam sesi pertama akad nikah.

Gubernur Mirza menjelaskan bahwa program nikah massal ini merupakan inisiatif pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat dalam melaksanakan pernikahan secara resmi. Pernikahan yang sah tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga menjadi landasan penting bagi pembentukan keluarga yang kokoh dan masyarakat yang lebih baik.

“Pemerintah memiliki tugas untuk menghadirkan pelayanan yang memudahkan masyarakat, salah satunya adalah mempermudah proses pernikahan. Dengan pernikahan yang sah, akan banyak manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujar Mirza dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (26/7/2026).

Mirza berpesan kepada 31 pasangan pengantin untuk membangun rumah tangga yang tidak hanya bertumpu pada kecukupan materi, tetapi juga pada nilai-nilai agama, komunikasi yang baik, dan saling pengertian.

Ia menekankan bahwa para suami tidak hanya memiliki kewajiban memberikan nafkah lahir, tetapi juga harus membekali keluarga dengan nilai-nilai agama. “Bukan kemewahan rumah, banyaknya harta, atau kendaraan yang membuat rumah tangga bahagia. Yang lebih penting adalah agama yang hidup di dalam keluarga. Selain mencari nafkah, para suami juga harus mencari ilmu agama dan memberikannya kepada istri serta keluarga,” katanya.

Setiap keluarga pasti akan menghadapi persoalan. Menurutnya, kunci keluarga harmonis adalah cara pasangan suami istri menyelesaikan masalah melalui dialog. “Rumah tangga yang baik bukanlah rumah tangga yang tidak pernah menghadapi masalah. Setiap keluarga pasti memiliki tantangan. Yang membedakan adalah bagaimana suami dan istri memilih menyelesaikannya. Biasakan berdialog dalam setiap persoalan,” jelasnya.

Gubernur berharap seluruh pasangan yang mengikuti nikah massal dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta melahirkan generasi yang saleh dan mampu berkontribusi bagi pembangunan Provinsi Lampung. Ia juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang telah menyukseskan program ini, menyebut Nikah Massal Begawi Cinta Lampung layak menjadi contoh bagi masjid lain di Provinsi Lampung untuk menyediakan layanan serupa.

Ketua Badan Pengurus Masjid Raya Al-Bakrie Lampung, KH. Basyaruddin Maisir, menambahkan bahwa Begawi Cinta Lampung bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari gerakan membangun keluarga sakinah yang berkelanjutan. Program ini akan terus berlanjut dengan berbagai layanan, termasuk sidang isbat nikah, kelas pranikah, pembinaan keluarga sakinah, dan konseling keluarga.

“Kami berharap program ini tidak hanya menghadirkan pernikahan yang sah, tetapi juga melahirkan keluarga-keluarga yang tangguh, harmonis, dan menjadi pilar pembangunan masyarakat,” katanya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Masjid Raya Al-Bakrie dalam menyediakan layanan nikah massal gratis. Ia berpesan kepada seluruh pasangan agar fokus pada saling melengkapi kekurangan, bukan mencari kesempurnaan.

“Tidak ada manusia yang sempurna selain Nabi Muhammad SAW. Karena itu, suami dan istri harus saling menerima dan saling melengkapi dalam membangun keluarga,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung, Masjid Raya Al-Bakrie, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Yayasan Bakrie Amanah, serta sejumlah mitra, yang bertujuan mempermudah masyarakat memperoleh layanan pernikahan yang sah sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.