Jurnal Indonesia — Pemerintah Kabupaten Bogor memutuskan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh sekolah di wilayahnya. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap dampak abu vulkanik yang berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan bahwa instruksi dari Gubernur Jawa Barat telah ditindaklanjuti dengan kebijakan PJJ yang berlaku mulai Senin, 7 September 2026, hingga Selasa, 8 September 2026. “Kami memberikan surat edaran imbauan kepada seluruh sekolah-sekolah agar melakukan sistem pembelajaran secara daring atau pembelajaran jarak jauh,” ujar Rudy di Bogor, Senin (7/6/2026).
Rudy menekankan pentingnya melindungi siswa-siswi sebagai aset masa depan bangsa dari paparan abu vulkanik. “Anak-anak kita, aset terpenting Kabupaten Bogor, aset terpenting bangsa Indonesia, berada di rumahnya masing-masing dan meminimalisir terpapar atau terkena abu vulkanik yang terjadi di Kabupaten Bogor,” jelasnya.
Selain itu, Rudy juga menginstruksikan jajaran organisasi perangkat daerah, kepala sekolah, dan para pengajar untuk tetap hadir ke sekolah masing-masing pada Senin dan Selasa untuk melakukan kegiatan pembersihan. “Kita lakukan pembersihan bersama-sama dibantu oleh seluruh jajaran organisasi pemerintah daerah Kabupaten Bogor,” terangnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor akan mendistribusikan masker secara gratis kepada masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama pengendara kendaraan bermotor. Rudy juga mengajak partisipasi aktif dari sektor swasta untuk membantu masyarakat yang terdampak abu vulkanik erupsi tersebut. “Kami pun mengajak peran serta aktif dari pihak swasta untuk langsung membantu masyarakat yang terdampak di wilayah Kabupaten Bogor,” pungkasnya.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.