Jurnal Indonesia — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pandangannya bahwa kekuasaan bukanlah sesuatu yang dimiliki oleh seseorang untuk selamanya. Pernyataan ini mendapat tanggapan positif dari Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira.
Andreas Hugo Pareira menyatakan persetujuannya terhadap apa yang disampaikan AHY. Menurutnya, prinsip dasar negara demokrasi adalah kekuasaan berada di tangan rakyat, bukan individu. Ia menekankan bahwa jika kekuasaan hanya milik seseorang, maka itu merupakan prinsip kekuasaan absolutisme.
Andreas kemudian mengutip sejarah Raja Prancis Louis XIV yang memerintah pada periode 1643-1715. Louis XIV pernah menegaskan bahwa negara adalah dirinya sendiri. “Itu menjadi pemicu lahirnya perlawanan kaum borjuis yang kemudian terjadi Revolusi Perancis (1789-1799) pada massa pemerintahan Louis XVI,” ucap dia.
Sebelumnya, AHY membagikan pengalaman Partai Demokrat dalam dinamika politik Indonesia, termasuk periode kemenangan dan kekalahan. Ia menekankan bahwa pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Partai Demokrat untuk terus mengedepankan nilai-nilai demokrasi. “Partai Demokrat pernah memimpin pemerintahan dan pernah berada di luar pemerintahan. Kita pernah menang dan pernah kalah. Pengalaman itu mengajarkan bahwa demokrasi harus kita jaga dalam keadaan apa pun. Hakikatnya, pemilu adalah milik rakyat. Jangan dihalang-halangi hak rakyat untuk memilih dan untuk dipilih,” ujar AHY saat memberikan sambutan pada peringatan 25 Tahun Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026).
AHY melanjutkan penjelasannya bahwa selama sepuluh tahun Partai Demokrat memegang kekuasaan melalui pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, semua berjalan damai dan demokrasi terjaga. Ia mengingatkan kembali bahwa kekuasaan bersifat sementara dan memiliki batas waktu, sehingga ruang demokrasi harus tetap dijaga. “Kita patut belajar, kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode. Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu,” jelas AHY.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.