Jurnal Indonesia — JAKARTA – Universitas Brawijaya (UB) akan melakukan pengetatan akses menuju gedung-gedung tinggi di lingkungan kampus. Langkah ini diambil menyusul insiden percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran berinisial RR (19) yang dilaporkan melompat dari lantai enam gedung Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan.
Menurut Sekretaris Universitas Brawijaya, Tri Wahyu Nugroho, Rektor UB telah meminta adanya evaluasi terkait gedung-gedung tinggi di kampus. “Pak Rektor sudah memberikan catatan dan meminta ada evaluasi terkait gedung-gedung tinggi di lingkungan kampus kita,” ujar Tri Wahyu Nugroho.
Insiden tersebut terjadi pada Kamis (9/9) lalu. Berdasarkan rekaman CCTV, RR masuk ke gedung Fakultas Pertanian sekitar pukul 08.26 WIB. Sekitar pukul 08.50 WIB, seorang staf fakultas yang berada di lantai satu mendengar suara benda jatuh dari luar gedung. Saksi kemudian menemukan seorang mahasiswa telah jatuh di area parkiran.
Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), korban segera dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Ikuti Jurnal Indonesia

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.