— JAKARTA – Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang terjadi pada Selasa (8/9/2026) pukul 11.34 WIB. Peristiwa ini terekam oleh seismograf dengan durasi 17 detik dan amplitudo maksimum mencapai 55 mm.

Menurut data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom erupsi pada kejadian siang ini tidak teramati. Erupsi tersebut tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 17 detik.

PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga jarak aman dan tidak mendekati Gunung Anak Krakatau. Aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif sangat tidak dianjurkan.

Sebelumnya, hingga Selasa siang, Gunung Anak Krakatau tercatat telah mengalami empat kali erupsi. Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.08 WIB, disusul erupsi kedua pada pukul 05.34 WIB, dan erupsi ketiga pada pukul 07.49 WIB.

Pada erupsi pertama, visual letusan tidak teramati, namun terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 15 detik. Erupsi kedua juga tidak disertai pengamatan visual, namun terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 44 mm dan durasi 10 detik.

Sementara itu, erupsi ketiga tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 48 mm dan durasi 19 detik. Sama seperti erupsi sebelumnya, kondisi visual letusan pada kejadian ketiga ini juga tidak teramati.